300 Petani Samarinda Gelar Gerakan Irigasi Bersih

oleh

Sebanyak 300 petani yang tergabung dalam enam kelompok padi di Samarinda, Kalimantan Timur, menggelar aksi gerakan irigasi bersih. <p style="text-align: justify;">Ketua Komisi Irigasi Kota Samarinda Sugeng Chairuddin, saat dihubungi di Samarinda, Rabu mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan dengan membersihkan pinggiran aliran irigasi di sepanjang 1.800 meter saluran air yang mengaliri 280 hektare areal sawah yang ada di Kelurahan Makroman.<br /><br />"Tentu, banyak manfaat setelah aksi ini dilakukan. Pastinya, hasil pertanian akan berkualitas dan efeknya dapat meningkatkan pendapatan petani dalam mewujudkan ketahanan pangan," kata Sugeng Chairuddin.<br /><br />Apalagi lanjut Sugeng Choiruddin, dalam waktu dekat areal sawah yang ada di Kelurahan Makroman akan memasuki musim tanam, sehingga petani harus menyiapkan saluran air yang bersih agar dapat mengairi sawah mereka.<br /><br />"Sentra pertanian di Kecamatan Sambutan sendiri saat ini terdapat di tiga titik yakni di Kelurahan Makroman, Sambutan serta Kelurahan Pulau Atas," ujar Sugeng Choiruddin yang juga menjabat sebagai Kepala Bapedda Samarinda.<br /><br />Sementara, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang mengatakan, pengelolaan air bersih untuk mengairi sawah di Kelurahan Makroman, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga menjadi tanggung jawab para petani.<br /><br />"Apalagi, Kelurahan Makroman merupakan salah satu sentra pertanian di Kota Samaridna sehingga keberadaan irigasi merupakan hal yang sangat penting," kata Syaharie Jaang.<br /><br />Ia juga mengingatkan kelompok tani yang ada di Kelurahan Makroman, harus tetap menjaga kelangsungan air bersih yang mengairi sawah secara baik sehingga bisa memberikan efektifitas dan efesiensi terhadap tanaman padi.<br /><br />Syaharie Jaang juga meminta kepada para petani jika menghadapi kendala dalam penggunaan air agar berkomunikasi dengan Komisi Irigasi sebagai lembaga koordinasi dan komunikasi antar wakil pemerintah dengan wakil perkumpulan petani pemakai air tingkat daerah irigasi.<br /><br />"Terpenting, sinergitas antar lembaga dengan petani sangat penting sehingga apabila menemukan kendala di lapangan maka sudah menjadi tugas komisi irigasi untuk segera menyelesaikannya," ujar Syaharie Jaang. (das/ant)</p>