31 Meninggal Enam Bulan Pertama

oleh

Berdasarkan catatan satuan lalu lintas polres Sanggau, sebanyak 31 nyawa melayang selama semester pertama tahun 2011 yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas. Sebagian besar kecelakaan yang mengakibatkan meninggal dunia tersebut diakibatkan oleh kelalaian dari pengendara selama menggunakan kendaraan. <p style="text-align: justify;"><br />Kapaolres Sanggau AKBP Winarto melalui kasat lantas Polres Sanggau AKP I Chandra Kirana, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, Selasa (5/7) mengatakan, dari kasus kecelakaan yang terjadi di wilayah kerja Polres Sanggau selama semester pertama tersebut. Kecelakaan kendaraan roda dua mendominasi dibandingkan dengan roda empat dan kendaraan lainya.<br /><br />“Untuk wilayah sebaran terjadinya kecelakaan, yang menjadi wilayah rawan kecelakaan lalu lintas adalah di wilayah Balai Batang Tarang, Sosok hingga Kembayan dan Sekayam. Hanya saja sejauh ini tidak ada wilayah yang sangat rawan dengan terjadi kecelakaan berulang di wilayah tersebut, selama enam bulan lokasi kecelakaanya selalu berubah-ubah,” ungkap I Chandra Kirana.<br /><br />Dari kenyataan tersebut menurutnya, menunjukan bahwa faktor alam dan faktor fasilitas jalan seperti lampu jalan dan kerusakan jalan yang terjadi tidak menjadi penyebab utama kecelakaan. Dan lebih didominasi oleh faktor kelalaian pengendara  itu sendiri, namun bukan berarti faktor alam dan faktor jalan tidak berpengaruh karena beberapa kasus juga dipengaruhi oleh jalan dan faktor alam.<br /><br />“Beberapa kecelakaan juga disebabkan oleh faktor kerusakan jalan, tidak adanya rambu lalu lintas dan tidak adanya fasilitas penerangan jalan. Dengan begitu maka kondisi kerusakan jalan, tidak adanya rambu dan lampu penerangan pada malam hari juga tetap harus menjadi perhatian pihak terkait dalam upaya menekan kecelakaan lalu lintas ini sendiri,” ujarnya.<br /><br />Dalam semester kedua tahun 2011 dijelaskan I Chandra  Kirana, pihaknya akan melakukan pendekatan semaksimal mungkin terhadap instansi-intansi samping terkait masalah jalan ini. Seperti dinas perhubungan yang terkait rambu lalu lintas, dan dinas pekerjaan umum yang terkait dengan perbaikan jalan dan fasilitas jalan yang lain.<br /><br />“Kita berharap dengan pendekatan yang kita lakukan pada semester kedua tersebut, dinas dan instansi terkait juga ambil bagian dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas ini. Karena angka korban jiwa yang terjadi tidak bisa dipandang sebelah mata dan tergolong cukup tinggi. Sehingga memerlukan perhatian semua pihak untuk mengatasinya,” tandasnya. <strong>(phs)</strong></p>