Sebanyak 31 rumah di wilayah transmigrasi Desa Nawin Kecamatan Haruai, Tabalong, Kalimantan Selatan, telah dialiri listrik setelah lebih 25 tahun tanpa penerangan listrik PLN. <p style="text-align: justify;">Menurut Kepala PT PLN Ranting Tanjung, Pasido, sebelumnya sejumlah warga di daerah trans Desa Nawin menggunakan mesin genset untuk penerangan.<br /><br />"Kebetulan PLN punya program layanan listrik prabayar dan untuk daerah pedesaan, Desa Nawin jadi percontohan dengan sasaran 31 rumah," kata Pasido, di Tanjung, Jumat.<br /><br />Pasido sendiri mengakui saat ini masih banyak desa yang belum dialiri listrik mengingat keterbatasan pembangkit listrik serta jaringan atau investasi yang dimiliki PT PLN.<br /><br />"Masih banyak desa di wilayah Tabalong yang belum dialiri listrik karena saat ini mesin pembangkit kita masih terbatas yakni 20 megawatt dan rencana ada penambahan 65 megawatt dari pembangkit di Asam-Asam," tambahnya.<br /><br />Saat ini jumlah daftar tunggu untuk pemasangan listrik saja sudah mencapai 3.300 terbanyak di wilayah perkotaan seperti Tanjung, Mabuun dan Murung Pudak.<br /><br />Untuk pemasangan baru dan penambahan daya, pihak PT PLN ranting Tanjung mulai menerapkan layanan listrik pra bayar khususnya terhadap pelanggan yang sering menunggak pembayaran.<br /><br />Melalui layanan baru listrik prabayar ujar Pasido, konsumen lebih mudah mengontrol pemakaian melalui meter elektronik pra bayar.<br /><br />"Rencananya 134 rumah di wilayah Tanjung akan menggunakan layanan listrik prabayar termasuk sejumlah pelanggan sering menunggak serta penambahan daya," kata Pasido.<br /><br />Dalam penggunaan listrik pra bayar, konsumen bisa melakukan pengisian voucher isi ulang listrik melalui alat yang disebut token.<br /><br />"Token dapat diperoleh di kantor PLN terdekat atau ATM dan nilai token bebas atau fleksibel mulai dari Rp20 ribu hingga Rp1 juta," ujarnya lagi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














