33.838 WNI Ke Malaysia Melalui Sebatik

oleh

Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang berangkat ke Malaysia selama 2012 hingga Maret 2013, berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor Pos Imigrasi Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, sebanyak 33.838 orang. <p style="text-align: justify;">Kepala Kantor Pos Imigrasi Pulau Sebatik, Eko Wiwitan di Sebatik, Selasa (30/4), menjelaskan WNI yang menyeberang ke Malaysia melalui Pulau Sebatik menggunakan pas lintas batas (PLB) semata dan bagi yang menggunakan paspor harus melalui Kantor Tempat Pemeriksaan Keimigrasian Pelabuhan Tunon Taka.</p> <p style="text-align: justify;">Selanjutnya dia mengatakan, WNI yang berangkat ke Malaysia melalui pulau yang berbatasan dengan Sabah Malaysia itu sebagian besar adalah warga pulau itu sendiri yang berbelanja kebutuhan sehari-hari dan pedagang lintas batas.</p> <p style="text-align: justify;">Sebab, kata dia, kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat Pulau Sebatik hampir seluruhnya diperoleh dari Tawau Malaysia.</p> <p style="text-align: justify;">Namun selama penutupan penyeberangan Pulau Sebatik-Tawau menggunakan "speed boat" jumlah WNI yang berangkat ke Tawau melalui Sebatik telah berkurang.</p> <p style="text-align: justify;">Eko menyatakan, pada 2012 jumlah WNI yang berangkat ke Malaysia sebanyak 32.251 orang atau jika dirata-ratakan mencapai 2.000-an lebih setiap bulan.</p> <p style="text-align: justify;">Namun memasuki 2013, lanjut dia, jumlah WNI yang menyeberang ke Malaysia per Maret hanya 1.587 orang, artinya penutupan penyeberangan menggunakan speed boat sangat berdampak.</p> <p style="text-align: justify;">Selain WNI yang berangkat, Eko mengatakan sebanyak 30.310 orang yang datang (masuk) pada 2012 sedangkan hingga Maret 2013 WNI yang masuk sebanyak 1.587 orang, terangnya.</p> <p style="text-align: justify;">Eko menguraikan ke 32.261 WNI yang berangkat ke Malaysia pada 2012 terdiri dari 13.243 perempuan dan 19.008 laki-laki.</p> <p style="text-align: justify;">"Kalangan perempuan yang berangkat tersebut diketahui adalah ibu rumah tangga yang berbelanja kebutuhan sehari-hari dan pedagang," ujar dia.</p> <p style="text-align: justify;">Ia juga menjelaskan bahwa PLB ini hanya merupakan dokumen keimigrasian bagi WNI yang khusus berdomisili di wilayah perbatasan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>