Home / Tak Berkategori

36 Persen Program Studi Unlam Belum Terakreditasi

- Jurnalis

Selasa, 6 Desember 2011 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekitar 36 persen dari 79 program studi di Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin Kalimantan Selatan belum terakreditasi karena terkendala jumlah pengajar dan dana. <p style="text-align: justify;">Rektor Universitas Lambung Mangkurat Prof HM Ruslan di Banjarmasin Selasa mengatakan, program studi yang belum mendapatkan akreditasi tersebut antara lain karena program studi baru sehingga ada beberapa syarat yang belum bisa dipenuhi.<br /><br />Sedangkan sisanya, kata dia, sebanyak 26 program studi atau 33 persen mendapatkan akreditasi B dan sebanyak 14 program studi atau 18 persen mendapatkan akreditasi C.<br /><br />"Kita sering dikritisi media terkait mutu pendidikan, itu tidak masalah karena untuk pengembangan, kita akan terus melakukan perbaikan," katanya.<br /><br />Salah satu upaya yang dilakukan, kata Ruslan, adalah dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap masalah dan program yang telah dicapai pada masing-masing program studi.<br /><br />Beberapa kendala yang dihadapi untuk meningkatkan status antara lain adalah masalah dana yang cukup minim, bahkan nyaris tidak ada penambahan dari pemerintah pusat atau APBN.<br /><br />"Sebenarnya masalah pendanaan adalah masalah klasik, tapi hal tersebut menjadi sesuatu yang cukup penting," katanya.<br /><br />Pada 2010 dan 2011, kata dia, Unlam mendapatkan dana dari APBN sebesar Rp115 miliar dan pada 2011.<br /><br />Diharapkan, pada 2012 akan ada penambahan dana dari APBN untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dosen di Unlam.<br /><br />Sedangkan Provinsi, kata dia, perannya cukup besar untuk membantu pengembangan Unlam melalui dana APBD pada 2011 sebesar Rp5,6 miliar, dana tersebut sebagian besar untuk pengembangan 54 program studi.<br /><br />Bantuan hibah untuk S2 sebesar Rp1,35 miliar, kedokteran gigi dan umum Rp80 miliar dan ABT Rp3,3 miliar.<br /><br />Pembantu Rektor IV Unlam Sutarto Hadi mengatakan, selain masalah pendanaan, peningkatan status menjadi terakreditasi juga terkendala jumlah dosen tetap.<br /><br />Sesuai ketentuan, untuk satu program studi harus ada 16 orang dosen tetap dan empat orang dosen S2.<br /><br />Memenuhi ketentuan tersebut, tambah Sutarto pihaknya terkendala adanya moratorium penerimaan pegawai atau dosen.<br /><br />Bila kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut, kata dia, akan merugikan mahasiswa karena biasanya dunia kerja akan mengutamakan alumni program studi yang terakreditasi.<br /><br />Selain itu, ada beberapa program studi sudah mendapatkan akreditasi tetapi masa akreditasinya habis dan tim belum melakukan peninjauan untuk memperbaharui status tersebut.<br /><br />Akreditasi perguruan tinggi yang diterapkan dalam sistem pendidikan nasional dimaksudkan untuk menilai penyelenggaraan pendidikan tinggi.<br /><br />Penilaian itu diarahkan pada tujuan ganda, yaitu menginformasikan kinerja perguruan tinggi kepada masyarakat dan mengemukakan langkah pembinaan yang perlu ditempuh terutama oleh perguruan tinggi dan pemerintah, serta partisipasi masyarakat. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal
Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:47 WIB

Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:12 WIB

Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:54 WIB

Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Berita Terbaru