360 Siswa SMP Ikuti Pelatihan Kepramukaan

oleh
oleh

Sebanyak 360 siswa SMP dari 14 kabupaten/kota di Kaltim mengikuti pelatihan Kepramukaan dan Palang Merah Remaja (PMR), sebagian besar pesertanya adalah dari SMP Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). <p style="text-align: justify;">"Kegiatan ini dipusatkan di Hotel Borneo Samarinda selama tiga hari, yakni sejak 12 hingga 14 Juli," ujar Kepala Bidang Pembinaan SMP dan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) H Asli Nuryadin, saat penutupan acara itu di Samarinda, Sabtu.<br /><br />Menurutnya, pemerintah menggelar kegiatan tersebut karena dilatarbelakangi beberapa hal, di antaranya adalah, tujuan pendidikan adalah agar berkembangnya potensi peserta didik untuk menjadi manusia yang cakap, kreatif, dan mampu mandiri.<br /><br />Sedangkan tujuan pendidikan yang tak kalah pentingnya adalah, agar terciptanya manusia yang bertakwa kepada Tuhan, berakhlak mulia, dan berilmu, sehingga mampu menjadi warga negara yang demokratis serta mampu membesarkan nama bangsa.<br /><br />Guna mengembangkan salah satu kontek tujuan pendidikan tersebut, maka perlu dilakukan berbagai upaya nyata seperti meningkatkan potensi diri, memupuk jiwa persatuan, dan semangat kemanusiaan.<br /><br />Semangat tersebut perlu ditanamkan kepada masyarakat sedini mungkin, yakni dimulai sejak usia SD atau SMP dan yang sederajat.<br /><br />Pembinaan ini juga perlu dilakukan terus menerus, tujuannya agar setiap individu tetap siaga membaktikan diri bagi tugas kemanusiaan, sebagai wujud dari rasa tanggung jawab kepada sesama.<br /><br />Sedangkan pengembangan dan pembinaan kepada siswa, lanjut Asli, dapat dilakukan melalui kepramukaan dan kegiatan PMR yang merupakan bagian dari Palang Merah Indonesia (PMI).<br /><br />Organisasi ini merupakan wadah untuk melakukan pembinaan dan pengembangan potensi diri, pasalnya PMR melakukan pendidikan kepada siswa agar menjadi manusia yang memiliki rasa kemanusiaan.<br /><br />"Dilihat dari misi tersebut, maka kegiatan kepramukaan dan PMR, harus dilaksanakan dengan baik oleh sekolah dan pemangku kepentingan, sehingga ke depan para siswa semakin memahami dan dapat mengamalkan jiwa kemanusiaan," kata Asli lagi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>