38.000 Hektare Padi di Sulbar Di Kelola Melalui SLPTT

oleh

Sekitar 38.000 hektare tanaman padi petani di Sulawesi Barat dikelola melalui sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SL-PTT) agar memiliki produktivitas tinggi karena dikelola dengan menerapkan teknologi pertanian secara intensif. <p style="text-align: justify;">Sekitar 38.000 hektare tanaman padi petani di Sulawesi Barat dikelola melalui sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SL-PTT) agar memiliki produktivitas tinggi karena dikelola dengan menerapkan teknologi pertanian secara intensif.<br /><br />Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulbar Ir Supriyatno di Mamuju, Minggu, mengatakan, sekitar 1.520 petani padi yang tersebar dilima kabupaten mengembangkan areal pertanian padinya melalui SL-PTT.<br /><br />Ia mengatakan, para petani peserta SL-PTT mengembangkan lahan pertaniannya sekitar 38000 hektare tersebut dibagi dalam sejumlah kelompok yang jumlahnya mencapai sekitar 25 orang per kelompok. <br /><br />Menurut dia, para petani SLPTT mengembangkan inovasi teknologi pertanian dengan tujuan meningkatan keterampilan dan pengetahuan mereka melalui program pendekatan pengelolaan tanaman terpadu (PTT).<br /><br />"Program PTT untuk peningkatan produksi dan pendapatan petani di Sulbar agar lebih sejahtera dengan menggunakan teknologi pertanian," katanya.<br /><br />Ia mengatakan, komponen teknologi pertanian yang akan diterapkan di Sulbar di antaranya komponen teknologi dasar seperti penggunaan varietas moderen dan unggul yakni hibrida dan tipe baru.<br /><br />Kemudian penggunaan bibit bermutu dan sehat, pemupukan efisien menggunakan bagan warna daun perangkat uji tanah sawah sistem pengelolaan hama terpadu.<br /><br />Sementara penggunaan komponen teknologi pilihan meliputi populasi dan cara tanam seperti cara tanam legowo dan larikan, penggunaan bibit muda yang umurnya 14 hari setelah sebar atau 21 hari, kemudian penggunaan pupuk organik dan pupuk kandang, pengirigasian berselang, kemudian pengendalian gulma secara terpadu, dan penanganan panen dan pascapanen secara beregu.<br /><br />Ia menambahkan, di Sulbar juga akan dilakukan inovasi teknologi dalam bentuk demplot dengan pengenalan beberapa varietas unggul yang ditempatkan dalam dan di luar laboratorium pertanian yang akan diujikan di atas lahan petani yang luasnya 0,25 hektare.<br /><br />Pengembangan tekonologi pertanian padi melalui SL-PTT tersebut diharapkan meningkatkan produksi padi di Sulbar mencapai 500.000 ton pertahun dari saat ini sekitar 364.000 ton. (Eka/Ant)</p>