38 Kasus Terinfeksi HIV/AIDS Di Landak

oleh

Kasus Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immuno Deficiendy Syndrome (HIV/AIDS) di Kabupaten Landak secara kumulatif hingga Juli mencapai 38 orang. <p style="text-align: justify;"&gt;"Data yang kita peroleh hingga sekarang 38 orang yang masih hidup. Bahkan baru-baru ini atau Juli ada satu orang perempuan terdeteksi yang tinggal di salah satu kos di Kota Ngabang," kata Kepala Dinas Kesehatan Landak, Magdalena Nurainy Sintinjak di Ngabang, Senin.<br /><br />Ia mengatakan, kasus terinfeksi HIV/AIDS di Landak kebanyakan dialami kaum perempuan yang diduga akibat hubungan seksual. Selain itu, tidak hanya mereka yang belum berkeluarga bahkan yang sudah keluarga juga ada yang terinfeksi.<br /><br />"Petugas kita tiap bulan melakukan sosialisasi dan menganjurkan kepada si penderita untuk terus berobat dan para PSK cek di klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT). Jika memang malu datang di Puskesmas, datang saja di dokter untuk konsultasi dan berobat. Kita tetap merahasiakan identitas di penderita HIV/AIDS," kata Nurainy.<br /><br />Ia mengatakan, bahwa pengambilan sampel di sejumlah pekerja di salon dan kafe-kafe di Kota Ngabang. Saat ini sebagian besar kasus HIV/AIDS terjadi di kalangan pengguna narkoba suntik, karena penggunaan jarum suntik secara bergantian yang tidak steril.<br /><br />"Selain itu hubungan seks berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom juga terus menjadi faktor penyebab epidemik ini bertambah. HIV/AIDS bisa masuk dalam keluarga, istri tertular dari suami serta anak tertular dari ibunya," jelasnya.<br /><br />Untuk itu, ia mengajak semua pihak mari mendukung upaya penanggulangan HIV/AIDS dengan melakukan tindakan nyata untuk melindungi diri dari penularan dengan cara, lakukan seks yang aman dengan tidak melakukan hubungan seks sebelum waktunya, setia pada pasangan dan gunakan kondom.<br /><br />Hindari penggunaan narkoba terutama suntik atau bergantian alat suntik yang tidak steril dan perlakukan orang yang hidup dengan HIV/AIDS merata, karena mereka memiliki hak dan peran yang sama dalam masyarakat, katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>