38,9 Balita Aceh Alami Masalah Gizi

oleh
oleh

Sekitar 38,9 persen anak bawah usia lima tahun di Provinsi Aceh mengalami masalah gizi berdasarkan tinggi badan menurut umur yaitu sangat pendek dan pendek. <p style="text-align: justify;">Sekitar 38,9 persen anak bawah usia lima tahun di Provinsi Aceh mengalami masalah gizi berdasarkan tinggi badan menurut umur yaitu sangat pendek dan pendek.<br /><br />"Sebanyak 38,9 persen balita di Provinsi Aceh memiliki tinggi atau panjang badan kurang dari seharusnya. Data ini berdasarkan laporan riset kesehatan dasar (rikesdas) 2010 yang disampaikan Prof Ascobat Gani," kata Regional Operation Manager World Vision Indonesia untuk wilayah Sumatera Perdamen Sagala di Banda Aceh, Sabtu.<br /><br />Pardamen Sagala mengatakan tentang angka itu pada peringatan Hari Anak Nasional 2011 di Museum Tsunami Banda Aceh yang dihadiri ratusan anak-anak tingkat sekolah dasar dan SMP di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.<br /><br />Menurut dia, meski jumlah balita yang mengalami gangguan gizi lebih rendah dibanding 2007 yang mencapai 44,6 persen, namun harus menjadi perhatian seluruh pihak untuk meminimalkan masalah gizi pada anak-anak.<br /><br />Selain itu, pada 2009, World Vision Indonesia bekerja sama dengan SEAMO Universitas Indonesia juga melakukan survei acak terhadap 600 ibu hamil dan 600 balita di Kabupaten Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat dan Kota Banda Aceh.<br /><br />"Hasilnya mengejutkan yakni 60 persen ibu hami dan balita di daerah itu mengalami anemia atau kekurangan zat besi. Jumlah itu sudah termasuk daerah yang dikategorikan sebagai wilayah dengan masalah gizi terparah," katanya.<br /><br />Pardamen Sagala berharap momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2011 menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian, kesadaran dan peran aktif para pemangku kepentingan dan masyarakat dalam pemenuhan hak-hak anak terutama gizi dan layanan pendidikan.<br /><br />Pada peringatan HAN 2011, lembaga yang sejak pascatsunami telah berkontribusi aktif dalam proses rehabilitasi Aceh itu juga menyelenggarakan sosialisasi cuci tangan, lomba balita sehat, melukis, bercerita dan membuka konsultasi gratis tentang kesehatan kepada kalangan ibu hamil dan balita.<br /><br />Peringatan HAN 2011 selain berlangsung di Museum Tsunami, juga berlangsung di Taman Sari Kota Banda Aceh.(Eka/Ant)</p>