4.000 Warga Pontianak Hidup Dari Jasa Parkir

oleh
oleh

Wali Kota Pontianak Sutarmidji menyatakan, sekitar empat ribu warga di kota tersebut menggantungkan hidupnya dari hasil pembayaran jasa parkir kendaraan bermotor. <p style="text-align: justify;">"Data itu kami peroleh dari sekitar 700 juru parkir swadaya yang tersebar di Kota Pontianak, dengan estimasi satu juru parkir punya satu istri dan dua anak atau lebih," kata Sutarmidji di Pontianak, Selasa (25/01/2011). <br /><br />Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Pontianak saat ini menyerahkan pengelolaan jasa parkir kendaraan di kota itu kepada juru parkir yang dikelola secara swadaya guna menekan pengeluaran untuk membayar gaji juru parkir dan memberdayakan masyarakat yang menganggur. <br /><br />"Kalau juru parkir kami yang bayar, sementara hasil jasa parkir masuk kas daerah, malah bisa rugi. Sementara kalau diserahkan kepada pengelola parkir swadaya bisa menyumbang pada pendapatan asli daerah sebesar Rp 700 juta per tahun," ujarnya. <br /><br />Wali Kota Pontianak menyatakan, dengan melihat hasilnya seperti itu, maka Pemerintah kota sejak beberapa tahun terakhir menyerahkan pengelolaan jasa parkir kendaraan pada juru parkir secara swadaya. <br /><br />"Sebelumnya, pernah diserahkan pada pihak ketiga, mereka hanya mampu setor Rp200 juta per tahun pada kas daerah," ujar Sutarmidji. <br /><br />Data Pemkot Pontianak, mencatat PAD dari jasa parkir sebesar Rp700 juta per tahun, dan pajak parkir kendaraan yang dikelola oleh mal sebesar Rp800 juta per tahun atau total Rp1,5 miliar. <br /><br />Agus (45) salah seorang juru parkir di kawasan Pasar Sudirman Pontianak menyatakan, penghasilan dia per hari bisa mencapai Rp100 ribu. <br /><br />"Kalau mau menjelang Idul Fitri dan hari besar keagamaan lainnya bisa di atas Rp100 ribu per hari. Tetapi kalau lagi sepi bisa di bawah Rp50 ribu per hari," ujarnya. <br /><br />Ia menjelaskan, bersama juru parkir lainnya menyetorkan hasil jasa parkirnya pada koordinator parkir di kawasan pasar itu. <strong>(phs/Ant)</strong></p>