Sebanyak 4.779 orang di Provinsi Kalimantan Barat positif HIV/Aids hingga September 2011. <p style="text-align: justify;">"Angka itu berdasarkan survey yang dilakukan sepanjang Juli-September 2011. Sebanyak 3.228 orang postif HIV dan 1.551 orang sudah masuk dalam stadium Aids," kata Ketua Komisi Penanggulangan Aids Kalbar Totok Taha Al Kadrie di Pontianak, Senin.<br /><br />Totok mengatakan, data tersebut diperoleh dari seluruh KPA yang ada di 14 kabupaten/kota se-Kalbar.<br /><br />"Data itu akan terus kami gali, karena kasus HIV/Aids adalah seperti fenomena gunung es," kata Totok.<br /><br />Dari jumlah tersebut, kata dia, lebih dari 340 orang meninggal pada tahun ini, dan itu harus terus ditekan, dan salah satunya dengan penyuluhan, kunjungan ke VCT dan keterbukaan diri bagi mereka yang memiliki resiko tertular HIV/Aids untuk memeriksakan diri mereka.<br /><br />Ia menilai, jika data di masyarakat telah menunjukkan angka HIV lebih tinggi dari angka penderita Aids, maka harus segera ditangani agar tidak menimbulkan pengeluaran yang tinggi.<br /><br />"Jika sudah memasuki stadium Aids, maka biaya yang akan diperlukan akan semakin besar," jelas Totok.<br /><br />Untuk penanganan HIV/Aids di Kalbar, KPA yang tersebar di 14 kabupaten/kota telah mendapat anggaran melalui APBD kabupaten/kota.<br /><br />"Hingga saat ini sudah dialokasikan dana sebesar Rp1,2 miliar, APBD provinsi Kalbar telah dialokasikan dana sebesar Rp1,3 miliar," kata Totok.<br /><br />Selain anggaran, lanjut Totok, upaya sosialisasi pun dilakukan pemerintah dengan sangat proaktif.<br /><br />"Pemerintah pun sudah menargetkan sebanyak 70 persen dari generasi muda di Kalbar yang harus mendapat pencerahan dan sosialisasi tentang HIV/Aids yakni para pelajar dan mahasiswa usia 14-24 agar tentang arti penting tahu apa itu HIV/Aids dan bagaimana pencegahannya," katanya.<br /><br />Berdasarkan Sumber data surveilans Kementrian Kesehatan tahun 1987-Juni 2011, data kasus HIV/AIDS di KalBar menempati urutan ke-5 besar Nasional.<br /><br />Data tersebut menggambarkan bahwa kasus Kalbar sedikit dibawah DKI Jakarta yang merupakan daerah ibu kota/metropolitan dan wilayah yang memiliki kepadatan penduduk paling tinggi di indonesia. Sangat memprihatinkan jika sekelas Kalbar yang merupakan daerah yang memiliki kepadatan penduduk yang cukup kecil jika dibandingkan Jawa tengah, Jogjakarta dan Jawa timur memiliki kasus AIDS yang lebih tinggi.<strong> (phs/Ant)</strong></p>















