Sekitar 400 kepala keluarga di Desa Sungai Itik, Kabupaten Kubu Raya, belum diikutkan dalam program konversi minyak tanah ke gas elpiji, kata Ketua Komisi C DPRD setempat Agus Sudarmansyah di Sungai Raya, Rabu. <p style="text-align: justify;">"Dari keterangan warga Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap itu, mereka mengaku belum mendapatkan bantuan apa pun dari program konversi itu, baik tabung elpiji maupun kompor gas. Mereka mempertanyakannya ke kita, wakil rakyat," katanya.<br /><br />Ia mengungkapkan, perwakilan dari 400 kepala keluarga (KK) itu pada Senin (20/6) mendatangi gendung DPRD Kabupaten Kubu Raya guna mempertanyakan program konversi minyak tanah ke gas elpiji yang hingga saat ini belum dirasakan masyarakat setempat.<br /><br />Agus Sudarmansyah mengatakan, dalam audiensi tersebut pihaknya sebenarnya telah mengundang Kabid Pertambangan dan Energi, Dinas Kehutanan, Perkebunan dan Pertambangan Kubu Raya, pihak Pertamina dan Kepala Desa Sungai Itik.<br /><br />Namun Agus menyayangkan ketidakhadiran dari Kabid Pertambangan dan Energi itu yang seharusnya bisa menjelaskan permasalahan tersebut.<br /><br />"Sayangnya,dinas terkait hanya menugaskan perwakilannya yang tidak tau menahu tentang masalah ini. Sehingga Dinas terkait hanya bisa memberikan penjelasan bahwa pihaknya belum mendapatkan data yang konkrit masayrakat mana saja yang mendapatkan bantuan dalam program konversi ini," ucap Agus.<br /><br />Dengan ketidakhadiran pejabat dinas terkait, DPRD Kubu Raya belum bisa memberikan penjelasan mengenai masalah itu ke masyarakat Desa Sungai Itik itu.<br /><br />Agus menjelaskan, dari pihak Petamina sendiri menyatakan bahwa pihaknya hanya diberi kewenangan dalam mendistribusikan bantuan program konversi itu sesuai dengan hasil data yang didapatkannya dari dinas pertambangan dan energi setempat.<br /><br />Oleh karena itu, kata Agus, pihak Dinas Dishutbuntam bidang Pertambangan Kubu Raya yang bisa menjelaskan dan menyelesaikan masalah tersebut.<br /><br />"Hendaknya pejabat dinas terkait bisa melakukan tugas nyata dan melihat langsung apa yang terjadi di lapangan, mengingat program konversi ini sudah lama digaungkan oleh pemerintah pusat," kata Agus. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














