400 Polisi Amankan ICC Di Stadion Segiri

oleh

Sebanyak 400 persone kepolisian dikerahkan pada pengamanan Inter Island Cup (ICC) 2012 yang akan berlangsung di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur. <p style="text-align: justify;">Kepala Satuan Bimmas Polresta Samarinda, Komisaris Musrifin Umar, Sabtu menyatakan, selain personel Satuan Samapta, pengamanan ICC 2012 juga melibatkan satu kompi personel Brimob serta TNI.<br /><br />"Pengamanan ICC 2012 akan dilakukan dengan ekstra ketat dan setiap pintu masuk akan ditempatkan personel kepolisian untuk mengantisipasi masuknya penonton yang tidak memiliki tiket," ungkap Mustifin Umar.<br /><br />Selain itu, penempatan personel juga, kata Musrifin Umar, dilakukan di tribun penonton serta area lapangan.<br /><br />"Sebenarnya, ini hanya langkah antisipasi agar pelaksanaan ICC 2012 berlangsung aman dan tertib. Jadi, pengamanan tersebut hanya sebagai upaya peventif untuk menghindari berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan," kata Musrifin Umar.<br /><br />Inter Island Cup 2012 yang berlangsung di Stadion Segiri Samarinda, mulai digelar pada 2 Desember 2012.<br /><br />Empat klub di Pulau Kalimantan yang tergabung dalam grup D ICC 2012 yakni, Persiba Balikpapan, Mitra Kukar, Barito Putra Banjarmasin, Kalimantan Selatan serta tuan rumah, Persisam Putra Samarinda mulai berlaga pada Minggu (2/12).<br /><br />Pada pertandingan perdana yang berlangsung Minggu sore (2/12), kesebelasan Persiba Balikpapan akan berhadapan dengan Barito Putra selanjutnya pada Minggu malam Persisam Putra Samarinda akan berhadapan dengan Mitra Kukar.<br /><br />"Kami juga menghimbau masyarakat yang akan menyaksikan langsung pertandingan ICC 2012 di Stadion Segiri Samarinda akan tidak membawa benda-benda keras serta tetap menjaga keamanan agar pelaksanaan kegiatan tersebut dapat menjadi tontonan yang menarik. Kami juga meminta para pendukung tim agar tidak mengeluarkan kata-kata provokatif yang dapat menimbulkan benturan antar suporter," katanya.<br /><br />"Paling penting, kami meminta kesadaran masyarakat agar tidak membawa petasan dan kembang api sebab selain berbahaya hal itu juga tentunya mengganggu pertandingan. Jadi, kami akan tetap memeriksa barang bawaan penonton dan jika ditemukan benda-benda berbahaya khususnya petasan dan kembang api akan kam sita," ungkap Musrifin Umar.<strong> (das/ant)</strong></p>