400 Warga Tiga Bulan Tak Terima Mitan Subsidi

oleh

Ratusan warga tiga RT di Jalan Pangeran Kuning, Selasa (27/09/2011) sekitar pukul 09.00 wib mendatangi Kantor Kelurahan Tanjung Puri. Kedatangan masyarakat ini untuk mempertanyakan persoalan penyaluran minyak tanah yang selama 3 bulan belum mereka terima. <p style="text-align: justify;">Warga 3 RT tersebut adalah RT. 01, 02, dan 03 yang semuanya berada di RW.08 Pangeran Kuning.<br /><br />“Kami warga 3 RT datang kesini untuk mempertanyakan mengenai penyaluran minyak tanah bersubsidi yang hingga 3 bulan ini belum diterima warga,” kata Ralibi ketua RT 03 pada kalimantan-news.com, Selasa (27/09/2011).<br /><br />Menurutnya, minyak tanah bersubsidi tersebut belum diterima warga sejak bulan Juli, Agustus dan September ini. <br /><br />“Kedatangan kami kesini bukan untuk mencari siapa yang salah atau yang benar. Kami hanya ingin menuntut hak kami, karena pihak pangkalan mendapatkan minyak tersebut berdasarkan nama-nama warga di RT. Jadi pada dasarnya kami hanya minta klarifikasi dari pihak agen serta pangkalan,” ungkapnya.<br /><br />Ditambahkan, sebelumnya para warga telah mempertanyakan ketidak adaan minyak tersebut dari agen serta pangkalan. Namun pihak-pihak tersebut mengatakan jika minyak tersebut setiap bulannya sudah disalurkan.<br /><br />“Tapi buktinya mana! Sampai sekarang minyak tersebut tidak pernah sampai ke masyarakat,” ungkap Ralibi.<br /><br />Rabili juga kepada kalimantan-news.com sempat menunjukkan bukti struk penyaluran minyak dari agen ke pangkalan Rives tertanggal 30 Juli 2011. <br /><br />“Inilah yang kami pertanyakan karena minyak tak pernah sampai ke kita. Agen menyatakan penyaluran seperti biasa dan buktinyapun ada. Sementara pangkalan lainnya sudah membagikan minyak,” katanya.<br /><img src="../../data/foto/imagebank/20110927044018_FCD439D.JPG" alt="" width="600" height="376" /><br />Padahal, lanjutnya jatah penyaluran minyak kemasyarakat terjadwal hingga akhir tahun nanti. Menurutnya, dari 3 RT yang ada, diperkirakan terdapat 400 KK yang seharusnya mendapatkan jatah mitan subsidi yang dijual dengan harga Rp 3.200/liternya sementara HET yang ditetapkan Rp 3.000.<br /><br />“Soal harga sebenarnya tidak dipermasalahkan karena kita juga memahami kondisi yang ada di Agen ataupun Pangkalan. Hanya saja tolonglah distribusinya ke masyarakat kontinyu, jangan seperti saat ini,” tandasnya.<br /><br />Belum ada masyarakat yang menerima mitan ini juga diakui oleh ketua RT.01 RW.08<br /><br />“Sudah 2 bulan ini kami belum menerima minyak subsidi, termasuk yang juga untuk bulan September ini. Artinya kalau September juga tidak ada, maka 3 bulanlah kami tak dapat minya,” jelasnya.<br /><br />Bahkan dirinya sempat mempertanyakan ke pangkalan, dan dijawab bahwa minyak tersebut tidak bisa terangkut dari sanggau.<br />&lt;br />Hal tersebut juga dibenarkan oleh ketua RT.02, Zulkifli Tahir. Dirinya meminta agar pihak Agen dan Pangkalan untuk segera merealisasikan penyaluran minyak tanah untuk bulan Juli, Agustus dan September.<br /><br />Kedatangan warga 3 RT tersebut ke Kantor Kelurahan Tanjung Puri didominasi oleh para kaum hawa. Masyarakat meminta kepada pihak kelurahan untuk dapat memfasilitasi permasalahan yang terjadi. <br /><br />“Jika masalah ini tak ada jalan keluar, kita akan pertanyakan langsung ke pihak pertamina,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>