422 Kendaraaan Terjaring Operasi Simpatik

oleh

Selama 18 hari, ratusan pengendaraan terjaring operasi Simpatik yang dilakukan Satuan Lalu Lintas Polres Melawi di daerah tertib lalu lintas. Sekitar 422 pengendara yang terjaring dalam operasi simpatik tersebut terkena sanksi teguran dan penindakan langsung (tilang). <p style="text-align: justify;">“Yang ditilang sebanyak 154 pengendara. Penilangan tersebut terjadi diberikan kepada pengendara yang melanggar aturan lalu lintas. Sementara 268 pengendara kita berikan teguran. Sebab berboncengan tanpa menggunakan helm doble,” kata Kasat Lantas Plres Melawi, AKP Ridho Hidayat, ditemui di Pos lantas, Jum’at (18/3).<br /><br />Sasaran dalam operasi simpatik yang digelar Sat Lantas Polres Melawi yakni pemeriksaan surat-surat kendaraan dan kelengkapan kendaraan bermotor. Pelaksanaan Operasi Simpatik 2016 ini, dilaksanakan setiap hari selama 21 hari terhitung sejak 1 Maret hingga 21 Maret 2016. <br /><br />“Dari pantauan di lapangan, saat digelarnya operasi simpatik yang memfokuskan daerah tertib lalu lintas, dari Pos Lantas di Kecamatan, hingga ke kilometer 7 di Dinas Pendidikan Melawi. Banyak yang tidak menggunakan helm doble saat bincengan,” jelasnya.<br /><br />Sementara terhadap kendaraan bermotor yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas, seperti tidak menggunakan helm, tanpa kelengkapan surat tanda nomor kendaraan, dan tidak menggunakan kaca sepion  lansung dilakukan tindak lansung.  <br /><br />Hingga saat ini pantauan Sat lantas, kesadaran pengendara menggunakan helm sudah meningkat 90 persen. Hal tersebut membuktikan kesadaran pengendara sudah mulai meningkat “Sudah 90 persen yang sudah menggunakan helm,” ujarnya. <br /> <br />Operasi yang dilakukan Sat Lantas lebih mengedepankan masyarakat untuk lebih tau bahwa tertib berlalu lintas itu penting, salah satu cara yakni dengan melakukan teneguran dan dicatat namanya. Kemudian diberikan bimbingan dan penyuluhan.<br /><br />“Lebih banyak edukasi yang kita sampaikan ke masyarakat. Yang kami harapkan masyarakat lebih mengertinya. Kecuali pelanggarannya sudah berat, maka kami tilang. Seperti beerkendara tanpa helm, tanpa surat menyurat,” tegasnya. <br /><br />Ridho mengatakan, kawasan tertib lantas bisa bisa dilakukan pengawasan bersama. Sehingga tingkat kesadaran tertib lalu lntas semakin bertambah. “Kawasan tertib lalu lintas tidak hanya tanggung jawab Polres semata, tapi juga tanggung jawab intansi terkait,” ucapnya. (KN)</p>