428 Hektare Padi Di Kalsel Gagal Panen

oleh

Seluas 428 hektare tanaman padi di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, terancam gagal panen akibat kekeringan. <p style="text-align: justify;">Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tabalong Sarjono di Tanjung, Selasa mengatakan tanaman padi yang terkena dampak kekeringan terjadi di sembilan kecamatan dengan umur padi 20 sampai 70 hari seluas 388,5 hektare dan padi umur lebih dari 70 hari 39,5 hektare.<br /><br />"Dampak kekeringan juga menyebabkan persemaian keringan termasuk padi umur 20 sampai 70 hari kondisi ini dikhawatirkan akan mengurangi produksi padi di Tabalong," jelas Sarjono.<br /><br />Sembilan kecamatan yang padinya mengalami kekeringan yakni Pugaan 47,5 hektare, Jaro 55 hektare, Banua Lawas 22,5 hektare, Muara Harus 10 hektare, Kelua 20 hektare, Haruai 47 hektare, Muara Uya 182 hektare, Tanjung 43 hektare dan Tanta 1 hektare.<br /><br />Kegiatan antisipasi yang telah dilakukan Dinas Tanaman Pangan dan Hostikultura setempat diantaranya pompanisasi pada daerah yang rawan bencana banjir termasuk membuat sumur resapan.<br /><br />Padi yang terancam gagal panen tersebut merupakan tanaman pada kurun waktu April sampai September 2015 dengan total target tanam 7.154 hektare.<br /><br />Saat ini produksi padi di Tabalong turun dari 4,6 ton Gabah Kering Panen menjadi 4,3 ton Gabah Kering Panen menyusul kekeringan di sejumlah desa.<br /><br />Selain padi, musim kemarau di kabupaten paling utara Kalsel ini juga berdampak pada keringnya sekitar 540 hektare tanaman kedelai di enam kecamatan yakni Upau, Bintang Ara, Tanta, Muara Uya, Haruai dan Jaro. (das/ant)</p>