Home / Tak Berkategori

50 Napi Samarinda Mendapat Pelatihan Keterampilan

- Jurnalis

Rabu, 4 Januari 2012 - 02:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekitar 50 narapidana (napi) baik laki-laki maupun perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Samarinda mendapat pelatihan keterampilan, berupa menjahit, mengoperasikan berbagai program komputer, dan pelatihan kejurnalistikan. <p style="text-align: justify;">"Program pelatihan keterampilan khusus ini terselenggara berkat kerja sama Dinas Pendidikan Kaltim, Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Mahakam Jaya, dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Samarinda," tutur Sriyana, Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Kaltim, saat pembukaan pelatihan di Aula Lapas Samarinda, Rabu.<br /><br />Menurut dia, di antara tujuan pelatihan adalah, agar para napi tersebut memiliki keterampilan khusus yang dapat menghasilkan uang, sehingga ke depan setelah keluar dari Lapas, dapat hidup mandiri karena sudah memiliki keterampilan untuk bekal hidup bermasyarakat.<br /><br />Dikatakan, agar seseorang dapat diterima dengan baik di masyarakat maka harus memiliki keterampilan, apapun jenisnya.<br /><br />Sedangkan tiga jenis keterampilan yang diajarkan kepada para napi tersebut, merupakan pilihan yang boleh diambil, karena sangat sulit satu orang dapat menguasai tiga bidang keterampilan sekaligus.<br /><br />Sebagian besar peserta yang mengikuti pelatihan itu merupakan napi yang mengikuti wajib belajar (wajar) 12 tahun, yakni melalui program Kejar Paket A, B, dan Kejar Paket C.<br /><br />Untuk mendapatkan ijazah, lanjut dia, seseorang tidak harus menempuh pendidikan melewati jalur pendidikan formal seperti SD, SMP dan SMA, namun dapat juga melalui jalur nonformal, yakni berupa pendidikan kesetaraan dengan nama program Kejar Paket A untuk SD, Paket B untuk SMP, dan Paket C untuk SMA.<br /><br />Program Kejar Paket inilah yang saat ini ditempuh Dinas Pendidikan Kaltim dalam upaya mengejar keberhasilan program Wajib Belajar 12 tahun, sehingga ke depan diharapkan tidak ada lagi warga Kaltim yang tidak lulus SMA atau yang sederajat.<br /><br />Sementara itu, Kepala Divre Lembaga Pemasyarakatan, Rohmadi mengatakan, menjelang akhir 2011 terdapat 42 napi di Lapas Samarinda yang mengikuti ujian Paket A dan semuanya dinyatakan lulus.<br /><br />"Kemudian ada pula sembilan napi yang mengikuti ujian untuk program Kejar Paket C, dan semua pesertanya dinyatakan lulus. Ini berarti, meskipun anak-anak berada di Lapas, namun memiliki potensi besar untuk berkembang lebih baik," ujar Rohmadi. <strong>(das/ant)</strong></p>

Berita Terkait

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi
Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal
Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:08 WIB

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:47 WIB

Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:12 WIB

Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:54 WIB

Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Berita Terbaru

Tumpo yang terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua PSMTI Kabupaten Melawi. (Dedi Irawan)

Berita

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Feb 2026 - 22:08 WIB