500 RTM Kutai Barat Disasar Pengembangan Usaha

oleh

Sebanyak 500 rumah tangga miskin (RTM) di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, pada tahun anggaran 2015 menjadi sasaran pengembangan usaha ekonomi sebagai upaya pengentasan warga perdesaan dari kemiskinan. <p style="text-align: justify;">Pengembangan usaha ini merupakan proyek percontohan dari program Peningkatan Kesejahteraan Keluarga melalui Pemberdayaan Masyarakat (PKK-PM), ucap Fasilitator PKK-PM Kabupaten Kutai Barat Imam Subarkah di Samarinda, Kamis.<br /><br />Dia melanjutkan, kegiatan tersebut merupakan program yang diluncurkan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, sehingga diharapkan akhir tahun ini dapat terwujud dan hasilnya dirasakan oleh masyarakat.<br /><br />Total anggaran yang disiapkan Kemendes, PDT dan Transmigrasi pada 2015 untuk Kabupaten Kutai Barat senilai Rp2 miliar. Dana tersebut untuk pengembangan usaha pada 500 RTM di lima desa yang tersebar di Kecamatan Manor Bulatn.<br /><br />Target dari program dengan dana sebesar itu adalah untuk memenuhi infrastruktur pendukung usaha ekonomi RTM, seperti untuk pembangunan tambak, kolam, dan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik perekonomian warga setempat.<br /><br />"Apabila RTM penerima sasaran tidak memiliki tambak, maka lahan yang ada bisa dibikankan tambak atau kolam ikan. Kalau pun lahan juga tidak mereka miliki, maka bisa dilakukan dengan sistem sewa, sehingga para RTM tetap bisa menerima sasaran dan dibina untuk keberlanjutan dalam jangka panjang," katanya.<br /><br />Sedangkan untuk RTM sasaran yang biasa berkebun, baik perkebunan karet maupun sawit, maka sasaran program ini juga diarahkan pada pengembangan komoditas tersebut, baik melalui pembibitan maupun perkebunan secara penuh.<br /><br />Bisa juga untuk kegiatan lain, tetapi tetap mengarah pada peningkatan pendapatan warga miskin, karena program ini menekankan pengembangan infrastruktur ekonomi (PIE) sehingga semua kegiatan harus mengarah pada upaya pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi warga desa. (das/ant)</p>