56,51 Persen Pantai Kritis Kalbar Belum Tertangani

oleh

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mencatat 56,51 persen pantai di wilayah tersebut dalam kondisi kritis yang belum mendapat penanganan hingga kini. <p style="text-align: justify;">"Secara keseluruhan, ada 65.699 meter pantai kritis di Kalbar," kata Asisten II Setda Kalbar Lensus Kandry di Pontianak, Selasa.<br /><br />Ia melanjutkan, Provinsi Kalbar mempunyai garis pantai sekitar 360 kilometer yang memanjang dari Kabupaten Sambas di Utara sampai Kabupaten Ketapang di Selatan.<br /><br />Proses abrasi itu diperkirakan sejak tahun 1980 yang berlanjut terus hingga sekarang.<br /><br />Penanganan abrasi pantai di Kalbar dilakukan oleh sejumlah pihak. Diantaranya Balai Wilayah Sungai Kalimantan I (BWSK I), bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalbar.<br /><br />"Selain itu, juga di kabupaten atau kota di wilayah abrasi terjadi," kata dia.<br /><br />Ia menambahkan, dari 65.999 meter pantai yang kritis abrasinya, sepanjang 28.572 meter atau 43,49 persen sudah ditangani.<br /><br />Sedangkan sisanya 37.127 meter atau 56,51 persen yang belum ditangani.<br /><br />Kalbar, kata Lensus Kandry, termasuk provinsi yang mempunyai kawasan hutan cukup luas setelah Papua, Kaltim dan Kalteng, yakni sekitar 6,39 persen dari luas wilayah hutan di Indonesia.<br /><br />"Pengelolaan sumber daya air harus direncanakan secara terpadu dan menyeluruh," kata dia.<br /><br />Namun, katanya, kualitas dan akses terhadap sistem data dan informasi sumber daya air masih rendah. <strong>(das/ant)</strong></p>