57 Bangunan SD HSU Mengalami Kerusakan

oleh

Sebanyak 57 bangunan Sekolah Dasar di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Provinsi Kalimantan mengalami kerusakan lantaran berusia tua dan hingga kini masih membutuhkan upaya perbaikan. <p style="text-align: justify;">Selain perbaikan, SD itu perlu pula penambahan lokal belajar guna memberikan kenyamanan siswa belajar, dan kesiapan sekolah untuk menampung peningkatan jumlah siswa, kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan HSU, Lailatanur Raudah di Amuntai, Rabu.</p> <p style="text-align: justify;">Ia menuturkan hingga 2012 sebanyak 128 bangunan SD sudah mengalami perbaikan dan tersisa sebanyak 57 bangunan lagi yang perlu mendapat perbaikan dan penambahan lokal belajar.</p> <p style="text-align: justify;">Rencananya 2013 ini Disdik akan melanjutkan program rehabilitasi dan penambahan lokal belajar bagi sekitar 10 buah bangunan SD dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) II 2013 termasuk untuk pembangunan tiga ruang perpustakaan sekolah.</p> <p style="text-align: justify;">SD yang akan direhab, yakni SD Kota Raden Hulu II, SDN Garunggang, SDN Sungai Pandan Tengah, SD Pal batu, SD Murung Sari 5, SD Nelayan, SDN Kalumpang, SDN Sungai Durait Hulu dan satu unit gedung untuk Pusat Kegiatan Guru (PKG) di Kecamatan Haur Gading.</p> <p style="text-align: justify;">"Kami juga masih menunggu dana alokasi khusus dari Kementerian Pendidikan untuk merehab dan membangun perpustakaan sekolah yang belum tertampung dalam APBD tahun ini agar juga bisa dilakukan rehab pula" jelasnya.</p> <p style="text-align: justify;">Lailatanur juga menambahkan, sebanyak 76 sekolah dasar juga belum memiliki gedung perpustakaan sendiri yang rencananya akan dibangun secara bertahap baik dengan menggunakan dana APBD maupun Dana Alokasi Khusus (DAK).</p> <p style="text-align: justify;">Selain itu, tahun ini Disdik juga akan membangun 1 unit gedung Taman Kanak-kanak (TK) Murung Sari 1 yang selama ini belum memiliki gedung belajar.</p> <p style="text-align: justify;">Untuk rehabilitasi yang menggunakan DAK, pihaknya masih menunggu pencairan dana tersebut pada Juli mendatang sehingga belum bisa memastikan berapa bangunan SD dan gedung perpustakaan yang bisa di bangun dan di perbaiki.</p> <p style="text-align: justify;">"Sementara menunggu DAK kita melakukan survei di tiga buah sekolah yang akan dibangunkan gedung perpustakaan terkait ketersediaan lokasi tanah dan lainnya" kata Lailatanur.</p> <p style="text-align: justify;">Dengan adanya rehabilitasi bangunan sekolah ini, ia berharap para siswa dapat lebih nyaman dalam kegiatan belajar karena di akui masih sering dijumpai bangunan sekolah yang rusak lantai maupun bagian atapnya sehingga jika musim penghujan ruang kelas mengalami kebocoran.</p> <p style="text-align: justify;">Selain itu dengan penambahan lokal baru, diharapkan akan menambah kemampuan sekolah dalam menampung siswa baru, maupun antisipasi jika terjadi lonjakan jumlah siswa yang ingin belajar.</p> <p style="text-align: justify;">Sehingga upaya ini ia harapkan dapat mendorong siswa untuk tetap melanjutkan sekolah dan mengurangi angka siswa putus sekolah.</p> <p style="text-align: justify;">Laila menambahkan, dari 1333 siswa yang di usulkan mendapat bantuan beasiswa ke Dinas Pendidikan Kalsel melalui Program Beasiswa Siswa Miskin (BSM), hanya sebanyak 171 siswa yang disetujui untuk mendapatkan beasiswa tersebut.</p> <p style="text-align: justify;">Namun demikian masih terdapat sumber-sumber bantuan lain untuk membantu siswa kurang mampu, semisal melalui dana BOS, APBD dan lainnya.</p> <p style="text-align: justify;">Upaya lain yang ditempuh Dikdas dalam mengurangi angka siswa putus sekolah dengan menjalin kerjasama dengan pihak sekolah agar memberikan pendampingan dan pengawasan terhadap siswa yang lulus hingga diterima masukke jenjang sekolah selanjutnya.</p> <p style="text-align: justify;">"Kami sudah meminta pihak sekolah untuk melaprkan jika ada siswa yang kecenderungan untuk tidak melanjutkan sekolah agar bisa kita tangani bersama" imbuhnya.</p> <p style="text-align: justify;">Untuk memberikan kesadaran kepada para orag tua siswa, Dikdas juga menggandeng Pokja II Tim Penggerak PKK untuk mensosialisasikan Wajib Belajar (Wajar) 12 tahun yang akan dimulai pada tahun ini. <strong>(phs/Ant)</strong></p>