6 ASN Sintang Batal Jalani Ujian Kenaikan Pangkat

oleh

SINTANG, KN – Sebanyak 93 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang mengikuti Ujian Dinas Kenaikan Pangkat di Unit Pelaksana Teknis Badan Kepegawaian Negara Pontianak, Senin (21/6/2021).

Ujian kenaikan pangkat tersebut dilakukan dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Hal inipun diungkapkan Pelaksana Tugas Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Witarso.

Lanjut Witarso mengatakan, bahwa peserta ujian tingkat I, tingkat II, dan ujian penyesuaian ijazah baik ASN yang berasal dari Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi berjumlah 121 orang.

“Untuk Sintang ada 93 ASN, sementara Kabupaten Melawi ada 28 ASN,” ungkap Witarso.

Dalam pelaksanaan ujian kenaikan pangkat ini, beber Witarso, ada 6 ASN asal Kabupaten Sintang batal mengikuti ujian. Dan 2 ASN asal Kabupaten Melawi.

“Untuk peserta ujian dinas tingkat II dari Sintang ada 3 ASN, sementara Melawi ada 2 ASN. Nah, untuk peserta ujian dinas tingkat I dari Sintang ada 38 ASN dan Melawi ada 20 ASN. Sedangkan ASN yang akan mengikuti ujian penyesuaian ijazah berjumlah 52 ASN asal Sintang dan Melawi 6 ASN. Jadi, kalau ditotal keseluruhannya ada 121 ASN Sintang dan Melawi mengikuti ujian ini,” kata Witarso.

Kendati demikian, Witarso berpesan kepada seluruh ASN asal Kabupaten Sintang agar dapat mengikuti dan memahami maksud dan tujuan dari kegiatan ujian kenaikan pangkat yang dilaksanakan tersebut.

“Tentunya, saya berharap seluruh peserta atau ASN bisa mengikuti ujian dinas ini dengan baik dan lancar. Yang paling pentingnya lagi dapat lulus dengan hasil yang baik,” pesan Witarso.

Selain itu, Witarso mengingatkan kembali kepada ASN asal Kabupaten Sintang agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan selama mengikuti ujian kenaikan pangkat ini.

“Jangan lupa jaga diri dan tetap waspada, karena wabah covid-19 belum berakhir. Saya minta agar ASN tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir, baik sebelum maupun sesudah menjalakan aktivitas, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. 5 langkah ini kita yakini dapat menekan laju penyebaran covid-19, sehingga kita semua sehat,” pungkasnya. (*)