Home / Tak Berkategori

7.000 Bayi Jabar Lahir Mini

- Jurnalis

Minggu, 20 Maret 2011 - 06:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekitar 7.000 bayi di Jawa Barat setiap tahunnya lahir mini atau berberat badan kurang dari 2,5 kilogram. <p style="text-align: justify;">Sekitar 7.000 bayi di Jawa Barat setiap tahunnya lahir mini atau berberat badan kurang dari 2,5 kilogram.<br /><br />"Bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kilogram menjadi salah satu perhatian sektor kesehatan di Jabar, jumlahnya mencapai 7.000 bayi dari total kelahiran bayi di Jabar," kata Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan di Bandung, Minggu.<br /><br />Menurut Gubernur, sekitar 11,5 persen bayi lahir di Jawa Barat mengalami masalah dengan berat badannya yang di bawah 2,5 kilogram. Sementara itu kelahiran bayi di Jawa Barat per tahunnya sekitar 800 ribuan bayi.<br /><br />Bayi dengan berat badan kurang dari 2,5 kilogram itu sangat rawan terkena gizi buruk. Untuk itu pihaknya menginstruksikan kepada stakeholder kesehatan di daerah untuk melakukan penyisiran kasus kelahiran bayi di bawah berat normal.<br /><br />"Bidan desa dan Puskesmas diharapkan memiliki data bayi lahir dan perkembangan mereka," kata Heryawan.<br /><br />Salah satu upaya meningkatkan kesehatan bayi antara lain meningkatkan kesadaran keluarga untuk memberikan asupan makanan yang sehat. Selain itu juga menumbuhkan budaya hidup sehat dan bersih di keluarga.<br /><br />Lebih lanjut Heryawan menyebutkan, penekanan sektor kesehatan di Jawa Barat direalisasikan dengan meningkatkan anggaran kesehatan dari Rp329,24 miliar pada 2010 menjadi Rp743,75 miliar pada 2011. Alokasi anggaran kesehatan Jawa Barat saat ini mencapai 7,56 persen dari total APBD Jabar.<br /><br />"Tahun 2012 ditargetkan anggaran kesehatan naik menjadi 10 persen dari total APBD sesuai dengan amanat UU No. 36/2009," kata gubernur.<br /><br />Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Jabar H Alma Luchyati membenarkan program pengentasan gizi buruk di Jabar merupakan salah satu prioritas utama. Saat ini masih jumlah gizi buruk di Jabar sekitar 0,93 persen dari total bayi atau menurun dibandingkan 2009 yang sebesar 0,96 persen. (Eka/Ant)</p>

Berita Terkait

Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan
Desa Paal Raih Penghargaan Nasional Pemerintahan Desa 2025 dari Kemendagri
Pemkab Malinau Gelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Peringatan Hari Otonomi Desa
Dari Singkawang ke Boyolali, Nyarumkup Ikut Lokakarya Desa Berprestasi
Pemdes Paal Bersama DPMD Melawi dan DPMD Kalbar Ikuti Lokakarya Desa Berprestasi di Boyolali
Tingkatkan Konektivitas, Pemprov Dorong AirAsia Buka Rute Penerbangan Tarakan-Tawau
Pemprov Kaltara Himbau PT. KIPI Serap Tenaga Kerja Lokal
Sekda Sintang Hadiri Sertijab Camat Binjai Hulu, Dorong Kades Buat Plang Nama Kampung

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:43 WIB

Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:21 WIB

Desa Paal Raih Penghargaan Nasional Pemerintahan Desa 2025 dari Kemendagri

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:06 WIB

Pemkab Malinau Gelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Peringatan Hari Otonomi Desa

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:57 WIB

Dari Singkawang ke Boyolali, Nyarumkup Ikut Lokakarya Desa Berprestasi

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:24 WIB

Pemdes Paal Bersama DPMD Melawi dan DPMD Kalbar Ikuti Lokakarya Desa Berprestasi di Boyolali

Berita Terbaru