7.365 Warga Sampit Terserang ISPA

oleh

Sedikitnya 7.365 warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menderita penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). <p style="text-align: justify;"><br />"Jumlah tersebut berdasarkan data dalam tiga bulan terakhir, terhitung sejak Juni hingga 24 September 2012," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotim, Yuendri Irawanto di Sampit, Senin.<br /><br />Untuk Juni 2012 tercatat sebanyak 1956 penderita, Juli 2001 penderita, Agustus 2911 penderita dan 1-24 September terdapat sebanyak 497 penderita.<br /><br />Sebagian besar penderita adalah anak-anak usia di bawah lima tahun (Balita), dan rata-rata menjalani perawatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).<br /><br />Dalam setiap bulanya jumlah penderita ISPA di Kabupaten Kotim cenderung mengalami peningkatan.<br /><br />Peningkatan jumlah penderita itu seiring dengan semakin menebalnya kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Kotim.<br /><br />Menurut Yuendri, kondisi cuaca yang memburuk dan kualitas udara yang tidak sehat mengakibatkan anak-anak rawan dan mudah terserang penyakit ISPA, hal itu karena tingkat kekebalan tubuh anak lebih rendah dibandingkan orang dewasa.<br /><br />Untuk menghindari serangan penyakit ISPA tersebut masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi anak-anak.<br /><br />"Guna mengantisipasi terjadinya peningkatan penderita ISPA pihak Dinkes Kotim telah mendistribusikan ribuan masker dan obatan-obatan ke seluruh Puskesmas," katanya.<br /><br />Sementara Maya seorang warga Sampit mengatakan, kabut asap yang menyelimuti Kota Sampit dan sekitarnya mulai menebal terutama pada pagi dengan jarak pandang berkisar antara 30 – 50 meter.<br /><br />"Kondisi kabut asap terparah terjadi pada Senin (24/9), akibat kabut asap tersebut penerpasan menjadi sesak dan mata perih," katanya.<br /><br />Tiga hari sebelumnya cuaca Kota Sampit dan sekitarnya sempat cerah karena diguyur hujan lebat, namun setelah itu kabut asap kembali pekat hal itu akibat kebakaran hutan daln lahan mulai terjadi.<br /><br />Selain mengakibatkan kepulan asap pekat, debu dari hasil kebarakan hutan dan lahan tampak beterbangan, kondisi itu mengakibatkan kualitas udara semakin tidak sehat dan membahayakan kesehatan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>