712 Eks-Gafatar Diangkut Gunakan Kri Teluk Banten

oleh

Sebanyak 712 warga eks-Gafatar diangkut menggunakan KRI Teluk Banten dari Pelabuhan Dwikora Pontianak tujuan Jakarta, kemudian baru dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing, kata Kapendam XII Tanjungpura Kolonel (Inf) Muhklis. <p style="text-align: justify;">"Hari ini sebanyak 712 warga eks-Gafatar kami pulangkan menggunakan KRI Teluk Banten sekitar pukul 10.00 WIB dari Pelabuhan Dwikora Pontianak tujuan Jakarta," kata Muklis saat dihubungi di Pontianak, Senin.<br /><br />Ia menjelaskan, sebanyak 712 warga eks-Gafatar tersebut, sebelumnya di tampung di Bekangdam dan Yonif 643 Kompi B.<br /><br />Data Kodam XII Tanjungpura, sebanyak 712 warga eks-Gafatar yang dipulangkan ke daerah asalnya itu, diantaranya tujuan Jakarta sebanyak 384 orang, Jawa Barat 143 orang, Palembang 25 orang, Lampung enam orang, dan Medan lima orang.<br /><br />"Untuk pemulangan warga eks-Gafatar hari ini hanya menggunakan KRI Teluk Banten," ungkapnya.<br /><br />Proses pemulangan warga eks-Gafatar tersebut, kembali akan dilakukan Selasa besok (26/1) sekitar pukul 10.00 WIB menggunakan KRI Teluk Bone.<br /><br />"Kemungkinan jumlah warga eks-Gafatar yang akan diangkut juga sekitar 700 orang, tetapi angka pastinya, besok baru kami ketahui, karena harus dilakukan pendataan lagi," kata Mukhlis.<br /><br />Sebelumnya, Minggu (24/1) pemulangan terhadap warga eks-Gafatar dilakukan menggunakan delapan penerbangan menggunakan maskapai Lion Air, diantaranya tujuan ke DKI, Surabaya dan Semarang yang dimulai pukul 11.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.<br /><br />Sebelumnya, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa di Pontianak, Jumat (22/1) menyatakan, pemerintah berusaha mempercepat proses pemulangan eks anggota Gafatar dari Kalbar ke daerah mereka masing-masing, dengan menggunakan moda kapal dan pesawat.<br /><br />"Karena jumlah mereka cukup banyak, lebih dari 3000 orang, sebagian dari mereka akan menggunakan Kapal Republik Indonesia yang jumlahnya ada tiga dan kemungkinan sebagiannya lagi akan menggunakan pesawat," katanya. (das/ant)</p>