75 UMKM Kotawaringin Timur Layak Dibiayai Bank

oleh

Sedikitnya 75 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, layak dibiayai oleh bank. <p style="text-align: justify;">"Ke-75 UMKM tersebut sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan dana kredit dari bank, karena memiliki laporan keuangan, proyeksi pengeluaran (cashflow) dan ketersediaan anggunan," kata Deputi Pemimpin Bank Indonesia Bidang Ekonomi Moneter, Asral Mashuri di Sampit, Jumat.<br /><br />Ditetapkannya 75 UMKM Kotawringin Timur (Kotim) layak dibiayai bank tersebut merupahan hasil survei Bank Indonesia bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).<br /><br />Dengan adanya UMKM yang layak dibiayai bank diharapkan dapat memberikan informasi peluang prospek bagi "account officer" perbankan di Kotim.<br /><br />Perbankan yang berminat dapat mendalami informasi yang ada dalam proses pemberian kredit pembiayaan UMKM yang bersangkutan.<br /><br />"Data dan jumlah UMKM yang layak dibiayai bank kami harap bisa bermanfaat dan sebagai informasi awal dalam proses kredit/pembiayaan di Kotim," katanya.<br /><br />Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAIN Palangka Raya, Muhammad mengatakan, kegiatan UMKM di Kotim terbagi beberapa sektor, yakni sektor industri pengolahan 30,7 persen, sedangkan sektor listrik, gas dan air bersih 20,7 persen.<br /><br />Untuk sektor perdagangan, restoran dan hotel 16,7 persen, sektor jasa 18 persen dan sisanya adalah bergerak di sektor pertanian, pertambangan, pengangkutan dan komunikasi sebesar 13,70 persen.<br /><br />"Pada umumnya UMKM yang kami survei adalah milik sendiri dan 65 persen jaringan pemasaran produk utama masih sangat terbatas pada wilayah lokal dan di sekitar lokasi UMKM beroperasi," katanya.<br /><br />Sistem pemasaran yang digunakan dengan cara retail mencapai 85 persen, gabungan retail dan distributor 8 persen, distributor/perdagangan sebesar 7 persen.<br /><br />Berdasarkan hasil survei, kebutuhan biaya yang berbeda dan terendah Rp10 juta=Rp99 juta sebesar 29,33 persen, kebutuhan sedang Rp51 juta-Rp249 juta sebesar 60 persen dan kebutuhan tinggi berkisar antara Rp250 juta-Rp500 juta sebesar 11,67 persen.<strong> (das/ant)</strong></p>