77 Drum Solar Diamankan Polres Melawi

oleh
oleh

Sekalipun rencana kenaikan harga BBM bersubsidi per 1 April ditunda, namun aksi penimbunan BBM masih saja terjadi. <p style="text-align: justify;">Aparat kepolisian Polres Melawi berhasil mengamankan salah satu lokasi penimbunan BBM jenis solar di Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh.Tak tanggung-tanggung Jumlahnya pun sangat fantastis, ada 77 drum BBM jenis solar dengan perkiraan jumlah solar sebanyak 17 ribu liter.<br /><br />Kapolres Melawi, AKBP Yudi Hermawan yang ditemui kalimantan-news.com membenarkan adanya BBM jenis solar yang ditimbun oleh salah satu pemilik kios di desa tersebut.<br /><br />“Jumlahnya 77 drum minyak. Selain drum ada satu tangki dengan kapasitas besar, hanya itu belum kita cek,” ujarnya.<br /><br />Yudi mengatakan, pengungkapkan kasus penimbunan solar di Nanga Kayan merupakan laporan dari masyarakat. Pemilik 77 drum solar tersebut adalah Ap (59) yang kini sudah diperiksa oleh jajaran Polres Melawi. Ada kemungkinan juga bahwa upaya penimbunan solar tersebut terkait dengan rencana pemerintah menaikkan harga BBM pada 1 April lalu.<br /><br />“Dari keterangan pemilik solar, minyak ini dikumpulkan dari masyarakat yang menjual BBM secara eceran kepadanya,” katanya.<br /><br />Pengungkapan hasil penimbunan solar ini sendiri dilakukan oleh PolresMelawi pada Sabtu (31/3) kemarin. Hari Minggu ini Kapolres Melawi baru mengunjungi TKP karena jumlah solar yang ditimbun termasuk dalamjumlah besar.<br /><br />“ Saat ini, minyak masih kita police line di TKP. Nantinya barang bukti akan digeser ke Polres Melawi,” papar Yudi.<br /><br />Kasus ini sendiri masih dalam penyelidikan Polres Melawi. Yudi juga mengatakan, nantinya Polres merencanakan akan mendatangkan pihak Badan Meterologi dan Geofisika (BMG) untuk memastikan berapa liter minyak yang ditimbun.<br /><br />“Kalau ada kasus penimbunan di tempat lain, saya juga akan lakukan razia. Karena penimbunan BBM melanggar UU Tata Niaga Migas, khususnya pada pasal 55,” pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>