Dari 3,5 juta penduduk Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), 85 persen di antaranya memeluk agama Islam, untuk itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat diminta menyiapkan kader untuk terus membina para Muslim itu. <p style="text-align: justify;">"Jumlah Muslim di Kaltim yang mayoritas ini, hendaknya MUI Kaltim melalui kader-kadernya terus melakukan peningkatan kemampuan mengajak Muslim agar turut berperan dalam pembangunan," ujar Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di Samarinda, Sabtu.<br /><br />Dia melanjutkan bahwa para kader dan ustad juga bisa dilibatkan dalam Dai Pembangunan, sehingga dapat memainkan peranannya dalam membimbing dan membina umat, sekaligus mendukung program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah.<br /><br />Banyaknya jumlah umat Islam di Kaltim ini merupakan aset sehingga peran MUI setempat sangat diharapkan dalam membantu pemerintah dalam mesukseskan program pembangunan yang bertujuan memajukan daerah.<br /><br />Menurut dia, sukesnya pelaksanaan program pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah, tidak akan berjalan baik tanpa adanya dukungan dari masyarakat.<br /><br />Terkait dengan itu, maka MUI yang merupakan bagian dari elemen masyarakat Kaltim, sudah sewajarnya merasa memiliki tanggungjawab moril untuk mendukung pemerintah.<br /><br />Sebagai perwujudan dukungan itu, salah satunya adalah dengan menggalakkan program Da?i Pembangunan. Program ini merupakan bagian dari program pemerintah dalam memberdayakan para alim ulama muda untuk berperan dalam pelaksanaan pembangunan.<br /><br />Terlebih Kaltim yang memiliki 14 daerah kabupaten dan kota dengan luas wilayah mencapai satu kali setengah pulau Jawa ditambah Pulau Madura, tentu kondisi ini merupakan tantangan bagi pemerintah dalam melaksanakan pembangunan.<br /><br />Terutama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, peran ini tidak dapat hanya mengandalkan upaya yang dilakukan pemerintah daerah, tetapi harus ada campur tangan pihak lain untuk mendukung dan melaksanakannya.<br /><br />Dia juga mengatakan, jumlah umat Islam dunia melonjak hampir 100 persen dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini sudah mencapai lebih dari 1,6 miliar jiwa.<br /><br />Berarti satu dari empat orang penduduk dunia yang saat ini berjumlah 6,7 miliar jiwa adalah pemeluk Islam.<br /><br />Diprediksi angka tersebut akan meningkat menjadi 2,2 miliar jiwa pada 2030. Sementara itu dalam buku tahunan Vatikan menyebutkan, sejak 2008 jumlah umat Islam di dunia mencapai 19,2 persen atau sudah melampaui umat Katolik 17,4 persen dari penduduk dunia.<br /><br />Dengan demikian, umat Islam menempati urutan kedua sebagai agama terbesar di dunia setelah Kristen Protestan yang pemeluknya sekitar 33 persen.<br /><br />Sedangkan di Indonesia, data Sensus 2010 terdapat 85,1 persen dari 240.271.522 jiwa penduduk adalah pemeluk Islam atau 13 persen dari seluruh penduduk Muslim di dunia. <strong>(das/ant)</strong></p>














