88 Ha Tanaman Padi Di Kotabaru Puso

oleh

Seluas 88 hektare tanaman padi di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, gagal panen atau puso karena kemarau tidak mendapatkan air yang cukup. <p style="text-align: justify;"><br />Kepala Dinas Pertanian Kotabaru H Hairuddin, di Kotabaru, Kamis mengatakan, tanaman padi yang puso tersebut tersebar di beberapa kecamatan, terutama di sentra-sentra padi yang belum memiliki sarana irigasi yang memadai.<br /><br />Dijelaskan, tanaman padi puso tersebut di Kecamatan Kelumpang Selatan seluas 12 hektare, Kelumpang Hilir 16 hekatre, dan pamukan Utara seluas 60 hektare.<br /><br />Selain menyebabkan tanaman padi puso, kemarau panjang kali ini juga menyebabkan sekitar 138,5 hektare tanaman padi di Kotabaru rusak berat dan ringan.<br /><br />Tanaman padi rusak tersebut terdapat di Kecamatan Kelumpang Utara seluas 5 ha, Kelumpang Selatan 135 ha, Pulaulaut Tanjung Selayar seluas dua ha, dan Pulaulaut Timur seluas 8,5 ha.<br /><br />Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian mengemukakan, sekitar 590 hektare tanaman padi di beberapa kecamatan di Kotabaru dilanda kekeringan.<br /><br />Kekeringan yang terjadi belum sepenuhnya menyebabkan tanaman padi puso. Dan sebagian tanaman padi yang dilanda kekeringan tersebut masih bisa dipanen, meski tidak sepenuhnya bisa dibawa pulang karena tanaman padi belum isi penuh.<br /><br />Dia mengemukakan, tanaman padi yang kekeringan pada fase vegetatif dengan rincian ringan seluas 308 hektare, sedang 182 hektare, dan berat 100 hektare.<br /><br />Akibat kekeringan tersebut, menurut Kepala Dinas Pertanian, target produksi gabah periode 2015 di Kabupaten Kotabaru tidak dapat tercapai, yakni, 110.000 ton terealisasi sekitar 103.840 ton, atau kurang 6.160 ton gabah.<br /><br />Hal itu juga terjadi pada tidak tercapainya target tanam 25.000 hektare, terealisasi seluas 23.600 hektare atau berkurang sekitar 1.400 hektare.<br /><br />Mengantisipasi terjadinya kekeringan, ke depan Kotabaru berencana membangun embung dan sumur gali di sentra-sentra produksi gabah.<br /><br />"Pengalaman dari kemarau ini, ternyata kita perlu membangun embung di daerah-daerah yang memiliki potensi sawah untuk tanaman padi," tuturnya.<br /><br />Menurut dia, embung tersebut akan dibangun di daerah yang memiliki potensi sawah minimal kisaran 50 hektare atau 60 hektare, seperti, Pulaulaut Timur, Pulaulaut Tengah, Pulaulaut Barat, Bumi Asih, Pembelacanan, Pudi, Kelumpang Utara, dan masih banyak lagi daerah lain.<br /><br />Selain membangun embung, Dinas Pertanian Kotabaru juga berencana membangun saluran irigasi di Pulaulaut Timur dengan dana sekitar Rp10 miliar.<br /><br />Saluran irigasi tersebut direncanakan mampu mengaliri sekitar 2.000-3.000 hektare sawah di Desa Teluk Mesjid, Kulipak, Berangas, dan Sungai Limau.<br /><br />Irigasi yang akan memanfaatkan sumber air dari Seratak tersebut memiliki panjang sekitar 6,2 kilometer, saluran pembawa, satu bendungan, satu saluran pembagi, dan jalan inspeksi.<br /><br />Rencana pembangunan irigasi sudah kita buat pada APBD Kotabaru 2015, dan diharapkan mendapatkan dana dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Selatan. (das/ant)</p>