Abdul Hadi : “Tindak Dalang-nya, Jangan Hanya Wayang-nya”

oleh

Ketua DPD Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Sintang, Abdul Hadi mensinyalir masih ada SPBU yang menjual harga BBM Premium kepada kios dan atau pengecer dengan harga diatas Rp 4.500/liternya. Akibatnya, harga ditingkat kios atau pengecer tidak dapat menyesuaikan dengan harga yang ditetapkan dalam Surat Edaran Bupati Sintang No.541/0515/INDAGKOP-C tanggal 14 Maret 2011. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut disampaikannya kepada kalimantan-news via seluler, Jumat (18/03/2011) terkait keluhan masyarakat dengan masih tingginya harga BBM premium ditingkat pengecer ataupun kios.<br /><br />“Yang saya ketahui dan berdasarkan informasi yang saya terima, ada SPBU yang hingga saat ini masih menjual dengan harga Rp 5 ribu kepada para pengecer ataupun Kios. Inilah faktor penyebab harga ditingkat pengecer tidak dapat mengikuti harga berdasarkan SE Bupati itu,” ungkap Abdul Hadi.<br /><br />Menurutnya, jika faktor penyebab tersebut tidak ditertibkan, dirinya sangat meyakini apapun yang akan diperbuat pemerintah dalam upaya menstabilkan harga ditingkat pengecer akan tidak ada artinya.<br /><br />“SPBU harus menjual dengan harga yang sama kepada pengecer ataupun kios, karena mereka telah mengeluarkan cost tersendiri untuk mendapatkan BBM premium di SPBU. Kalau harga yang diperoleh di SPBU sama, saya rasa SE Bupati akan ditaati,” kata dirinya.<br /><br />Terkait dengan Surat Edaran Bupati Sintang No.541/0515/INDAGKOP-C tanggal 14 Maret 2011, dirinya mengharapkan agar hal tersebut tidak hanya sebatas surat belaka, namun harus ditindak lanjuti secara kontinyu pelaksanaan dan pengawasannya dilapangan.<br /><br />“Saya dapat informasi, pengawasan yang akan dilakukan terkait dengan Surat Edaran Bupati Sintang itu hanya hingga tanggal 23 maret ini. Saya rasa itu sangat pendek waktunya. Minimal satu bulan untuk pengawasan tersebut. Nah…masih dalam rentang pengawasan saja, harga ditingkat kios ataupun pengecer masih tinggi,” ungkapnya.<br /><br />Mengenai rencana dari Pol PP kabupaten Sintang yang akan melakukan penertiban kepada para pemilik kios atau pengecer yang masih menjual dengan harga diluar ketentuan, dengan akan mengeluarkan ultimatum, Abdul Hadi menyatakan menghormati rencana tersebut, namun menegaskan jika hal tersebut tidak dilihat dari satu pihak saja yakni kios ataupun pengecer.<br /><br />“Saya harap Pol-PP balance, arif dan bijaksana. Persoalan tidak serta merta hanya datang dari kios ataupun pengecer. Muaranya harus dilihat dari mana sumbernya. Kalau SPBU masih menerapkan perbedaan harga untuk kios dan pengecer, dan menindak kios dan pengecer tersebut karena menjual dengan harga yang tidak sesuai dengan SE Bupati, saya sedikitnya kurang sependapat. Intinya jangan menindak wayangnya saja, tapi juga dalangnya,” tandasnya.<strong> (*)</strong></p>