Abrasi Pantai Ujung Pandaran Ancam Keselamatan Warga

oleh

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menilai abrasi yang terjadi di pantai Ujung Pandaran dapat mengancam keselamatan warga desa setempat. <p style="text-align: justify;">"Keselamatan warga Desa Ujung Pandaran saat ini terancam karena abrasi terus menggerus pantai, untuk itu mereka harus dipindahkan," kata Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kotim Sanggol Lumban Gaol di Sampit, Sabtu.<br /><br />Sedikitnya sudah ada delapan rumah yang roboh akibat abrasi tersebut. BPBD bersama TNI/Polri dan masyarakat sudah membuat tanggul penahan ombak dari karung berisikan pasir, namun sifatnya hanya sementara.<br /><br />Pemindahan warga Desa Ujung Pandaran ke tempat yang lebih aman tinggal menunggu pemerintah daerah karena sebagian besar masyarakat korban abrasi sudah siap untuk dipindahkan.<br /><br />Sedangkan mengenai tempat baru yang akan mereka tempati juga telah tersedia, yakni berada di Sungai Pandaran atau belakang kantor kecamatan Teluk Sampit.<br /><br />"Sekarang tinggal pemerintah daerah kapan mengatur lokasi yang baru tersebut," katanya.<br /><br />Sementara Kepala Desa Ujung Pandaran, Satar mengatakan, tidak semua warga setuju dipindahkan terutama mereka yang telah memiliki tempat tinggal permanen dan dianggap aman dari abrasi.<br /><br />Bagi warga yang rumahnya di tepian pantai dan korban abrasi yang rumahnya telah roboh pada umumnya ingin dipindahkan.<br /><br />"Kami akan menggelar pertemuan dengan seluruh warga desa untuk membahas pemindahan tersebut dan bagi mereka yang tidak mau pindah tentunya akan kami tinggal," ucapnya.<br /><br />Abrasi di Desa Ujung Pandaran setiap tahun terjadi, namun pada 2013 paling parah hingga merobohkan delapan rumah warga<strong>. (das/ant)</strong></p>