Home / Tak Berkategori

Adat Melindungi Dari Budaya Asing Yang Negatif

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2015 - 05:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adat adalah wadah yang paling efektif untuk membendung budaya asing yang bernilai negatif. Adat istiadat daerah ini harus dikembangkan oleh masing-masing suku bersangkutan. <p style="text-align: justify;">“Saat ini budaya asing sudah merambah sampai ke desa-desa. Anak-nak mudah sangat mudah menyerap budaya asing. Kalau budaya asing yang positif tidak menjadi persoalan, tetapi kalau yang negatif itu harus dibendung,” kata Tokoh Budaya Melawi, Syamsudin ditemui belum lama ini.<br /><br />Dijelaskannya, budaya asing yang negatif adalah pergaulan beban. Anak-anak muda sekarang menganggap pergaulan bebas adalah hal yang biasa. Tetapi pergaulan bebas ini sangat berpengaruh buruk untuk diri sendiri, daerah, bangsa dan negara.<br /><br />Ia menyarankan dalam upaya membendung budaya asing positif tersebut adalah dengan mengembangkan budaya daerah yang ada di Melawi. Budaya yang ada di Melawi ini membuat orang tertib dan santun. <br /><br />“Adat istiadat, selain berakar pada agama, juga berakar pada kebiasaan masyarakat. Kebiasaan masyarakat ini menciptakan manusia-manusia yang berprilaku baik. Ini lah yang harus kita kembangkan,” ulasnya.<br /><br />Ditegaskannya, upaya menumbuhkembangkan adat istiadat ini bukan hanya menjadi keinginan dan pemikiran para tokoh adat. Tetapi harus menjadi keinginan semua masyarakat.  <br /><br />“Bagaimana membuat masyarakat juga berpikiran dan berkeinginan untuk mengambangkan adat dan budaya ini lah yang harus dilakukan oleh para elit daerah ini. Mulai elite polirik, elite birokrasi. Terutama harus menjadi keinginan pemimpin daerah ini,” ujarnya.<br /><br />Ia mengingatkan, bagaimana masyarakat bali yang memegang tegus adat istiadat mereka. Walaupun bali sering didatangi oleh para wisatawan dari negara lain yang membawa gaya hidup bebas, namun masyarakat bali tidak berpengaruh.<br /><br />“Kalau orang pernah ke bali dan berkomunikasi dengan masyarakat bagi maka akan didapatkan bagaimana ketertiban yang tercipta di Bali. Di Bali tidak ada pencuri. Barang yang diletakkan di luar rumah tidak akan hilang, kalau di kita, HP yang disimpan dalam lemari saja bisa hilang,” pungkasnya. (Ira/Kn)</p>

Berita Terkait

Babinsa Koramil 1205-08/Dedai Hadiri Pemberkatan dan Peresmian Kantor CU Keling Kumang Branch Office Emparu Baru
PORKAB Barito Utara 2025 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Menuju Porprov Kalteng 2026
DPRD Barito Utara Apresiasi Tinggi Pelaksanaan PORKAB 2025 di Muara Teweh
Silaturahmi Santai Bersama Gubernur, SMSI Dapat Pesan dan Dukungan
Kejurprov Terbuka PBFI Kalteng 2025 Resmi Dibuka di Muara Teweh, Atlet Binaraga Siap Bersaing
Polda Kalbar Gelar “Jumat Curhat”, Kapolda Hadir Bersama Forkompimda dan Tokoh Masyarakat
Perluas Akses Pendidikan, Wagub Kaltara Bahas Sekolah Rakyat dengan Kemensos RI
Pemprov Kaltara Dukung Transisi Energi Bersih Lewat Hibah Infrastruktur EBT dari ESDM

Berita Terkait

Minggu, 7 Desember 2025 - 23:38 WIB

Babinsa Koramil 1205-08/Dedai Hadiri Pemberkatan dan Peresmian Kantor CU Keling Kumang Branch Office Emparu Baru

Minggu, 7 Desember 2025 - 10:22 WIB

PORKAB Barito Utara 2025 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Menuju Porprov Kalteng 2026

Minggu, 7 Desember 2025 - 08:53 WIB

DPRD Barito Utara Apresiasi Tinggi Pelaksanaan PORKAB 2025 di Muara Teweh

Sabtu, 6 Desember 2025 - 14:33 WIB

Silaturahmi Santai Bersama Gubernur, SMSI Dapat Pesan dan Dukungan

Sabtu, 6 Desember 2025 - 13:24 WIB

Kejurprov Terbuka PBFI Kalteng 2025 Resmi Dibuka di Muara Teweh, Atlet Binaraga Siap Bersaing

Berita Terbaru