Agar PPKM Mikro Berjalan Efektif, Pemkab Sintang Perlu Masukan dan Saran

oleh

SINTANG, KN – Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto membuka dan menghadiri Rapat Koordinasi dan Asistensi dari Polda Kalimantan Barat terhadap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Kabupaten Sintang pada Jumat, 9 Juli 2021.

Rakor dilaksanakan di Pendopo Bupati Sintang dihadiri Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Barat Kombes Pol Donny Charles Go, Anggota Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, Camat Sintang dan Anggota Forkopimcam, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Budaya dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Sintang.

Sudiyanto menyampaikan terima kasih karena Polda Kalimantan Barat sudah memperhatikan dan memberikan asistensi kepada Kabupaten Sintang dalam hal pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Kabupaten Sintang.

“Dalam melaksanakan PPKM Mikro, koordinasi antar lembaga sangat penting dilakukan. Pemberlakuan inikan terjadi di seluruh kabupaten kota di Kalimantan Barat. Kami juga perlu masukan dan saran dari banyak pihak agar pemberlakuan PPKM Mikro ini bisa efektif,” ucap Sudiyanto.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Barat Kombes Pol Donny Charles Go menyampaikan kehadiran dirinya di Kabupaten Sintang dalam rangka mewakili Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Barat yang disebar ke 14 kabupaten kota di Kalbar.

“Kami mau melihat keaktifan satgas yang ada di kabupaten kota dalam menangani penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Sulit mengukurnya, tetapi ada 3 kunci keberhasilan penanganan Covid-19 yakni rapat koordinasi, regulasi yang dikeluarkan dan pembentukan posko PPKM. Mendagri sudah mengeluarkan 17 instruksi untuk menangani penyebaran Covid-19 seperti pemberlakuan PPKM Mikro,” kata Charles.

Charles menilai, pandemi Covid-19 di Indonesia mengalami dampak yang luar biasa. Sebab Jawa dan Bali sudah memberlakukan PPKM Darurat. Daerah lain hanya PPKM Mikro. Di Indonesia yang sudah terkena Covid-19 mencapai 2,4 juta kasus. Tren kasus dari hari ke hari terus mengalami peningkatan. Positif rate di Indonesia mencapai 24 persen. Artinya dari 100 orang yang dites, 24 orang diantaranya positif terinfeksi Covid-19.

“Kami akan mengukur keaktifan satgas kabupaten berdasarkan beberapa instrumen. Ada skor-skornya nanti. Dalam hal regulasi, apakah ada tindak lanjut dari instruksi Mendagri. Ada juga pertanyaan yang kami ajukan. ada data pendukungnya. Ada nilai akhir nanti per kabupaten kota,” terang Charles.

Dikatakan Charles, rakyat Indonesia baru 7 persen yang sudah pernah ikut tes Covid-19. “Padahal di negara seperti Denmark, satu warga bisa melakukan tes Covid-19 sampai 12 kali, Uni Emirat Arab satu warganya sudah 5 kali tes Covid-19. Di Indonesia, banyak warga yang berkeliaran tetapi belum pernah di tes,” jelasnya. (*)