Agum : Masyarakat Diminta Waspada Terhadap Teror Bom

oleh

Ketua Umum Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL) Agum Gumelar mengatakan masyarakat diminta waspada menghadapi teror bom buku yang beberapa hari terjadi di Tanah Air. <p style="text-align: justify;">Ketua Umum Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL) Agum Gumelar mengatakan masyarakat diminta waspada menghadapi teror bom buku yang beberapa hari terjadi di Tanah Air.<br /><br />"Teror bom dapat terjadi di mana, kapan dan dengan cara apa pun," kata dia, di Bandarlampung, Jumat.<br /><br />Ia mengatakan, menghadapi ancaman bom perlu kebersamaan. Artinya kewaspadaan bukan hanya pemerintah, TNI atau pun Polri tetapi juga masyarakat.<br /><br />"Tidak ada artinya jika masyarakat tidak waspada menghadapi teror bom itu," jelas dia.<br /><br />Selain itu, lanjutnya, untuk menghadapi teror bom, intelijen harus kuat karena aksi itu dapat dicegah.<br /><br />Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Lampung memperketat pengamanan untuk mengantisipasi teror bom paket terutama di daerah perbatasan.<br /><br />"Langkah pertama melakukan kegiatan pemantauan dan penyapuan terutama di kawasan perbatasan seperti di Bakauheni dan lainnya," kata Kapolda Lampung Brigjen Pol Sulistyo Ishak.<br /><br />Ia menyebutkan, pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan menyusul pengiriman paket bom ditujukan kepada sejumlah orang.<br /><br />Menurutnya, Polda Lampung akan melakukan langkah-langkah preventif dengan memperketat pengamanan di sejumlah titik terutama di kawasan perbatasan.<br /><br />Kapolda Lampung itu juga mengharapkan, masyarakat waspada sehubungan dengan teror bom paket di beberapa tempat.<br /><br />Ia juga meminta masyarakat yang khawatir terhadap kiriman paket yang diterima segera memberikan informasi kepada polisi untuk dilakukan pengamanan.<br /><br />"Mudah-mudahan peristiwa bom tidak terjadi di Lampung," harap dia.<br /><br />Sebelumnya, paket bom dikirim kepada pimpinan Komunitas Utan Kayu Ulil Abshar Abdalla, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Gories Mere, tokoh Pemuda Pancasila dan Yapto S Soeryosumarno, dan musisi Ahmad Dhani. (Eka/Ant)</p>