Ketua Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Kalimantan Barat, Drs Gusti Suryansyah M Si mengatakan, media mempunyai peran penting menjaga kualitas pemilu kepala daerah di provinsi itu agar berjalan aman, lancar, demokratis dan damai. <p style="text-align: justify;">"Media menjadi perantara antara kandidat yang bertarung dengan masyarakat selaku pemilik suara," kata Gusti Suryansyah saat diskusi "Jurnalisme Damai Menyongsong Pilkada di Kalbar" di Pontianak, Kamis.<br /><br />Ia menambahkan, media juga tidak perlu melepaskan diri dari konsep utama jurnalisme yakni menyampaikan kejujuran meski di pilkada kandidat yang bertarung akan menonjolkan pencitraan melalui media.<br /><br />Namun, ia sepakat bahwa media juga perlu kontrol terlebih kalau itu untuk mencegah dan menghentikan konflik.<br /><br />Gusti Suryansyah mengatakan, politik identitas masih kental dalam pelaksanaan pilkada di Kalbar. "Ini yang masih muncul, dan sekarang terlihat," kata dia.<br /><br />Padahal, ujar dia, tidak ada yang minta dilahirkan sebagai orang dari keturunan, etnis, agama, maupun bangsa tertentu. "Semua tercipta begitu saja," katanya.<br /><br />Ia melanjutkan, ketika satu kesamaan itu masuk dalam ranah kekuasaan, maka akan menjadi kekuatan. "Sehingga terjadi polarisasi terhadap sesuatu yang seharusnya diterima sejak lahir," kata Gusti Suryansyah yang juga Ketua Majelis Kerajaan Kalbar itu.<br /><br />Ia tidak menutup kemungkinan polarisasi yang berdasarkan agama, suku, maupun golongan akan semakin menguat menjelang pilkada di Kalbar. "Dalam dialog beberapa waktu lalu, juga mulai muncul adanya intimidasi dari kalangan tertentu kepada masyarakat," ujar dia.<br /><br />Ia berharap pihak terkait seperti polisi maupun TNI mampu mengambil sikap tegas agar jangan melakukan pembiaran terhadap potensi terjadinya konflik di lapangan.<br /><br />"Berdasarkan pengalaman sebelumnya, konflik muncul dari hal-hal kecil misalnya pertandingan sepak bola," kata dia.<br /><br />Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pontianak, Donatus Budiono mengatakan, jurnalis memegang peranan penting untuk menyampaikan fakta selama pilkada dengan tidak melepaskan kode etik jurnalistik yang sudah disepakati secara nasional. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















