Air Danau Sembuluh Diduga Tercemar

oleh

Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan diduga sudah tercemar limbah dari perkebunan besar sawit (PBS), kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah, Syamsul Hadi. <p style="text-align: justify;">"Akibatnya sangat mengganggu hasil tangkapan ikan, padahal mayoritas masyarakat setempat bermata pencaharian sebagai nelayan. Dengan kondisi ini, mengganggu pertumbuhan ekonomi," kata Syamsul Hadi, di Palangka Raya, Kamis.<br /><br />Menurutnya, dugaan tercemar air Danau Sembuluh, juga membuat tangkapan ikan nelayan menjadi minim, informasi tersebut pihaknya dapatkan saat melakukan reses dan tatap muka dengan warga ke daerah pemilihan (Dapil) II yaitu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Kabupaten Seruyan.<br /><br />"Kalau pencemaran itu benar, maka air tidak layak konsumsi, karena sangat berpengaruh kepada kesehatan. Apabila masyarakat mengonsumsi secara terus-menerus, sehingga banyak penyakit," ujarnya.<br /><br />Dia mengatakan, selain dugaan pencemaran, lahan warga selalu menjadi korban perampasan PBS. Kalau diambil lalu diganti rugi harus sewajarnya masyarakat mendapatkan ganti rugi yang layak, tetapi dari informasi didapat PBS tidak mau mengganti rugi.<br /><br />"Pemerintah provinsi maupun kabupaten setempat segera mencari jalan keluar atas persoalan ini, karena dugaan tercemarnya Danau Sembuluh maupun dugaan perampasan tanah rakyat oleh PBS, secara semena-mena dapat dihindari lagi," katanya.<br /><br />Sebelumnya Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Kalimantan Tengah, Erman P Ranan mengatakan, hingga tahun 2011 plasma perkebunan yang diberikan perusahaan perkebunan besar ke masyarakat baru 10 persen.<br /><br />"Seharusnya plasma kebun yang diberikan perusahaan kepada masyarakat sekitar, minimal 20 persen. Namun, kenyataannya yang ada di Kalteng baru mencapai 10 persen saja dari jumlah perkebunan besar yang saat ini sudah berproduksi," katanya.<br /><br />Menurutnya, luas kebun sawit yang terdata di Dinas Perkebunan Kalteng hingga tahun 2010, berjumlah 962.380 hektare. Rinciannya adalah 867.021 hektare kebun inti dan 95.359 hektare lahan plasma.<br /><br />"Dari jumlah luas perkebunan sawit itu, ada 164 perkebunan yang sudah operasional dari 316 izin yang sudah dikeluarkan pemerintah kabupaten masing-masing," ujarnya.<br /><br />Diutarakannya, dari 316 izin yang dikeluarkan luasan lahan yang akan menjadi perkebunan sawit di Kalteng berjumlah 3,755 juta hektare. Untuk saat ini yang sudah dibuka mencapai 1.082.974 hektare dan yang belum dibuka seluas 2,672 juta hektare.<strong> (das/ant)</strong></p>