Air Surut, hamparan Pasir PantaiJadi Wisata Dadakan

oleh

Kemarau yang melanda Sekadau hampir satu bulan ini membuat air Sungai Sekadau dan Sungai Kapuas yang membelah Kota Sekadau surut. <p style="text-align: justify;">Batuan dan pasir sudah timbul tanda sungai surut, moment ini dimanfaatkan warga untuk mandi bareng dan menjadi wisata dadakan. <br /><br />Di Sungai Sekadau misalnya, tepat di Batu Tingik di Desa Mungguk dan Desa Tanjung Kecamatan Sekadau Hilir, setiap sore hari ratusan warga menikmati mandi bareng dan kesejukan dipadang pasir. Warga yang datang untuk menikmati panorama alam datang dari sejumlah Desa di Dalam kota Sekadau termasuk warga di Desa Sei Ringin Kecamatan Sekadau Hilir.<br /><br />“Saya sering bermain disini kalau musim kemarau bersama kawan-kawang,” kata Jul seorang pengunjung, dijumpai beberapa hari lalu.<br /><br />Jul mengatakan sudah hampir dua minggu ini ia bersama rekan-rekannya sering mandi bareng disungai Sekadau, sembari bermain dihamparan pasir. <br /><br />Dari pantauan, tak hanya sejumlah pemuda yang banyak berkunjung ke sungai, sejumlah orang dewasa yang membawa anak-anak dan keluarga juga turut berwisata ke sungai.<br /><br />“Orang-orang memang selalu ramai ke sini. Lokasi batu tingik ini selalu dipadati masyarakat dan sudah menjadi tradisi saat musim kemarau,” jelas Jul.<br /><br />Walau tidak ada yang melarang warga untuk bermain dikawasan sungai, namun harus hati-hati terhadap bahaya yang dapat mengintai seperti kecelakaan tenggelam. Apalagi mereka yang membawa anak-anak untuk mandi disungai. <br /><br />“Kalau saya bawa anak-anak selalu saya awasi mereka bermain,” kata Yusramsyah seorang pengujung.<br /><br />Dia berharap sikap pengawasan orang tua juga ketat mengawasi anak-anak mereka bermain. Jika tidak, bapak dua anak ini khawatir kalau niat bermain malah mendatangkan musibah, seperti kejadian tenggelamnya Sosro seorang Pemuda di kawasan sungai Kapuas, sore Sabtu kemarin.<br /><br />“Kita sebagai orang tua harus mengawasi anak-anak bermain. Tidak boleh dibiarkan, anak-anak tanggungjawab kita,” katanya diminta pendapat soal bahaya kecelakaan tenggelam. <strong>(mto/das)</strong></p>