Ajak Kembali PT Freeport Berunding, Dirjen Kemenakertrans Terbang Lagi Ke Papua

oleh
oleh

Minggu (13/11/2011), Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi kembali mengirimkan Tim Mediasi Kemenakertrans ke Timika, Papua. Tim ini dipimpin langsung oleh Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI dan Jamsos) Kemenakertrans Myra M. Hanartani didampingi Direktur Pencegahan dan Penyelesaian Hubungan Industrial Kemenakertrans Sahat Sinurat . <p style="text-align: justify;">“Tim  Kemenakertrans ini mempunyai tugas  khusus untuk mengajak para pimpinan serikat pekerja dan manajemen PT Freeport agar mau berunding kembali secara bipartite. Pemerintah  berharap masalah PT Freeport ini tidak berlarut-larut dan segera menemukan kesepakatan bersama, kata Dirjen PHI dan Jamsos Myra M. Hanartani di kantor Kemenakertrans, Jakarta pada Minggu (13/11/2011).<br /><br />Myra mengatakan setibanya di Papua, Tim Kemenakertrans ini akan segera melakukan koordinasi dan mengadakan pertemuan dengan Bupati Timika dan tim mediator Dinas Tenaga Kerja setempat untuk mencari strategi baru dalam menyelesaikan permasalahan PT Freeport ini.<br /><br />“Selain berpegang dan berpedoman kepada peraturan perundangan Ketenagakerjaan dalam menyelesakan perselisihan hubungan industrial PT Freeport ini, kita pun akan melakukan pendekatan kekeluargaan, musyawarah untuk mufakat dan menggunakan aspek cultural  saat melakukan perundingan kembali, kata Myra.<br /><br />Myra  berharap  perselisihan hubungan industrial antara serikat pekerja dan manajemen perusahaan dapat segera diatasi secara damai dan kekeluargaan. Semua pihak yang berselisih  diharapkan dapat menahan diri dan mencari solusi terbaik tanpa menggunakan aksi-aksi kekerasan yang merugikan semua pihak.<br /><br />“Pemerintah berkomitmen untuk tetap mengajak kedua pihak yang terlibat perselisihan hubungan industrial ini agar duduk bersama dan berunding. Yang terpenting semua pihak berkomitmen untuk secara bersama-sama mencari solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan ini. Permasalahan bisa dibicarakan dan dirundingkan dengan lebih baik," kata Myra<br />.<br />Meskipun belum mencapai kesepakatan akhir dan masih terjadi pemogokan, Myra optimis perundingan mediasi mengenai kenaikan upah yang telah dilakukan akan menujukkan perkembangan yang positip dari kedua belah pihak.<br /><br />“Walaupun belum menemukan kesepakatan, Proses bargaining dalam penentuan kenaikan upah tetap berjalan, Pihak manajemen PT Freeport telah bersedia menawarkan kenaikan upah, sedangkan Serikat sudah menurunkan permintaan upahnya, “kata Myra.<br /><br />Dijelaskan Myra, posisi terakhir upah dalam perundingan sampai saat ini, pihak manajemen dan pengusaha menawarkan kenaikan upah sebesar 35 %. Sedangkan permintaan SP turun menjadi $4/jam.<br /> <br />Dikatakan Myra, selama ini sebenarnya pemerintah telah berupaya melakukan mediasi bagi serikat pekerja dan manajemen perusahaan PT Freeport untuk merundingan permasalahan yang terkait dengan tuntutan dalam pembuatan pembaruan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PKB XVII untuk 2011- 2013.<br /><br />“Pada dasarnya pemerintah memberikan apresiasi kepada kedua belah pihak yang tetap bersedia untuk melakukan perundingan. Pemerintah tetap mendorong adanya perundingan dan mediasi bipartite agar kedua belah pihak mencari solusi permasalahan yang paling krusial  yaitu  kenaikan upah.” kata Myra. <strong>(siaran pers Kemenakertrans)</strong></p>