Akademi Kebidanan Prioritaskan Pelajar Pelosok Kotawaringin Timur

oleh

Akademi Kebidanan Muhammadiyah Sampit memprioritaskan pelajar dari desa-desa pelosok Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, untuk diterima dan dididik menjadi bidan profesional. <p style="text-align: justify;">"Tidak gampang menempatkan tenaga kesehatan di daerah terpencil. Makanya kami menerima calon mahasiswa dari kecamatan di pelosok sehingga setelah selesai kuliah, mereka kembali ke kampung halaman mereka untuk melayani masyarakat," kata Direktur Akademi Kebidanan Muhammadiyah Sampit, Suryo Supraptono saat Wisuda VI Akademi Kebidanan Muhammadiyah di Sampit, Selasa.<br /><br />Belum meratanya penyebaran bidan harus menjadi perhatian bersama. Pasalnya, hingga saat ini angka kematian ibu melahirkan di Indonesia masih cukup tinggi sehingga perlu langkah-langkah konkret untuk mengatasinya, salah satunya menempatkan bidan hingga ke pelosok.<br /><br />Akademi Kebidanan Muhammadiyah Sampit berharap makin banyak pelajar dari pelosok yang kuliah untuk menjadi bidan. Dia meyakinkan, biaya kuliah tidak semahal yang diperkirakan orang sehingga diharapkan banyak masyarakat yang mendorong anak mereka untuk kuliah.<br /><br />Selasa pagi, Akademi Kebidanan Muhammadiyah Sampit mewisuda 106 orang untuk menyandang gelar Ahli Madya Kebidanan. Dari enam angkatan wisuda, sudah sebanyak 896 lulusan, atau rata-rata 83 orang diwisuda tiap tahunnya.<br /><br />Hasil pendataan, 35 persen lulusan kampus ini bekerja di kantor pemerintah, 15 persen di kantor non pemerintah, 23 persen bekerja secara mandiri, sedangkan sisanya belum melapor atau belum terlacak.<br /><br />Sebanyak 91,5 persen mahasiswi dan lulusan kampus ini merupakan kelahiran Kalimantan. Sekitar 74,5 persen merupakan kelahiran Kotawaringin Timur, khususnya 39,2 di antaranya lahir di Sampit, 11 persen lahir di kabupaten dan kota di Kalimantan, 8 persen lahir di luar Kalimantan.<br /><br />"Kami mendidik mahasiswi tidak hanya untuk tujuan sebagai pegawai negeri, tetapi juga bisa bekerja secara mandiri. Kami berterima kasih atas perhatian Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah karena cukup membantu kami," kata Suryo yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan saat masih aktif sebagai pegawai negeri sipil.<br /><br />Penjabat Bupati Kotawaringin Timur, Godlin, meminta para wisudawati tidak berhenti belajar untuk meningkatkan kapasitas masing-masing sehingga mampu bersaing dan berperan dengan baik. Untuk mewujudkan itu, diperlukan kerja keras dan cerdas didukung rambu-rambu kedisiplinan.<br /><br />"Jangan sampai melakukan tindakan memalukan almamater. Partisipasi wisudawati dalam bidang kesehatan sangat dibutuhkan. Ajak masyarakat memelihara dan meningkatkan kesehatan. Berikan pelayanan terbaik, tanpa membeda-bedakan," harap Godlin.<br /><br />Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus merespons keinginan peningkatan layanan kesehatan dengan meningkatkan sarana dan sumber daya manusia. Tujuan utamanya adalah meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. (das/ant)</p>