Akademisi: Pembangunan Infrastruktur Di Palangka Raya Belum Optimal

oleh

Dosen Universitas Muhammadiyah Palangka Raya Nurani menilai pembangunan infrastruktur di daerah itu wilayah setempat masih belum optimal. <p style="text-align: justify;"><br />"Banyak keluhan masyarakat berkaitan dengan pembangunan infrastruktur yang belum optimal," kata Nurani di Palangka Raya, Kamis.<br /><br />Dengan tidak optimalnya pembangunan seperti jalan, jembatan dan drainase yang berdampak pada terendamnya badan jalan ketika musim hujan serta putusnya akses jalan.<br /><br />Nurani meminta semua itu perlu disikapi secara bijak dan menjadi perhatian serius wali kota beserta jajarannya bersama DPRD Palangka Raya.<br /><br />"Bagaimanapun jalan, jembatan dan drainase sudah menjadi kebutuhan publik karena berkaitan dengan hajat hidup masyarakat," tegasnya.<br /><br />Ia yakin pembangunan infrastruktur dapat terlaksana optimal dengan adanya percepatan pembangunan infrastruktur pada 2013.<br /><br />"Apalagi Palangka Raya mendapat DIPA tahun depan Rp2,7 triliun dg APBD murni Rp844 miliar, lebih dari cukup untuk modal percepatan pembangunan infrastruktur dan lain-lalnnyan," tuturnya.<br /><br />Dengan begitu, sehingga kedepan tidak ada lagi permasalahan yg di keluhkan masyarakat seperti yang terjadi saat ini.<br /><br />Diakuinya memang dengan adanya program percepatan pembangunan berbasis kelurahan akan lebih efektif.<br /><br />Salah satu caranya dengan mengalokasikan dana pembangunan fisik di kelurahan sistem hibah yang pengelolaanya oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat seperti LKK.<br /><br />"Pembangunan infrastruktur dalam skala kecil akan cepat terealisasi," ucapnya.<br /><br />Ia juga menyarankan agar Wali Kota Palangka Raya HM Riban Satia segera melakukan reposisi kabinet dengan penempatan pejabat sesuai kompetensi, sehingga target program pembangunan pada 2013 dapat optimal.<strong> (das/ant)</strong></p>