Akibat Asap dan Debu Masyarakat di Serang Pemyakit Mata

oleh

Cuaca yang tak menentu ditambah dengan debu jalanan akibat buruknya infrastruktur jalan, serta asap dari pembakaran lahan dapat membuat masyarakat mengeluhkan beberapa penyakit, seperti sakit mata (konjungtivitis). <p style="text-align: justify;">Yulia, salah satu pelajar mengeluhkan banyaknya asap dan debu sehingga membuat dirinya mengalami sakit mata. <br /><br />“Jalan banyak yang rusak, debunya jelas banyak, mana sekarang sintang lagi panen asap. Saya kan harus sekolah dan ikut beberapa ekskul, niatnya mau pintar dan sehat jadi malah sakit gini. Bawaan mata perih, kepala jadi ikut pusing, mana tugas sekolah lagi numpuk,” keluhnya dengan wajah tertunduk lesu saat akan pergi ke sekolah.<br /><br />Kepala Puskesmas Tanjung Puri Sintang, Yustandi mengatakan sedikitnya terdapat 70an penderita konjungtivitis yang telah ditangani Puskesmas Tanjung Puri Sintang. Hal itu tentunya harus menjadi perhatian khusus bagi masyarakat maupun pemerintah.<br /><br />“Kita pernah mengobati sakit mata massal disalah satu pondok pesantren di Sintang, itu jumlahnya sekitar 50an orang lebih, belum lagi yang datang ke puskesmas sendiri. Banyaknya asap dan debu jalanan, bisa menjadi salah satu pemicu banyaknya penyakit mata ini” ujarnya ketika ditemui di Puskesmas Tanjung Puri Sintang, Jumat (3/10).<br /><br />Ia mengatakan, penyakit mata atau disebut dengan konjungtivitis memang tidak menyebabkan kematian, tapi bersifat sporadic atau menular, terlebih lagi bagi mereka yang memiliki daya tahan tubuh yang sedang tidak stabil.<br /><br />“Penularannya tak mesti dengan kontak mata, tetapi mengucek mata lalu memegang sesuatu lalu ada teman lain yang memegang benda itu lagi. Jadi, pakai handuk muka bersama saja, bisa membuat penyebaran penyakit mata berlangsung cepat,” jelasnya.<br /><br />Ia juga mengungkapkan, untuk mencegah terjadinya penularan iritasi tersebut adalah istirahat agar virus tak semakin menyebar dan berobatlah dengan segera ke puskesmas terdekat atau ke praktek kesehatan lainnya agar segera ditangani lebih lanjut.<br /><br />“Kalau sudah ada gelaja begitu, mata merah dan perih jangan dikucek, segera diperiksa biar sakitnya bisa disembuhkan dengan segera,” tukanya. <strong>(yli/kn)</strong></p>