Akibat Kabut Asap, Penerbangan di Bandara Susilo Lumpuh Selama 8 Jam

oleh

Tebalnya kabut asap mengakibatkan aktivitas penerbangan di Bandara Susilo Sintang lumpuh selama delapan jam. Puluhan penumpang terpaksa menunda keberangkatannya. <p style="text-align: justify;">" Kabut asap sejak pagi tadi sangat tebal, jarak pandang hanya 1 Km. Ini tidak memungkinkan untuk penerbangan maupun pendaratan pesawat. Sesuai prosedur penerbangan, jarak pandang yang diperbolehkan minimal 5 KM " kata Airnav Bandara Susilo Sintang, Dedi kuswinanto, Selasa (2/9).<br /><br />Ia mengatakan operasional bandara atau penerbangan pertama seharusnya dibuka pada pukul 07.00 WIB. Namun akibat tebalnya kabut asap, aktifitas penerbangan di bandara baru dapat beroperasi pada pukul 15.00 WIB. Kondisi ini membuat jadwal penerbangan terganggu.<br /><br />" Jelas ini sangat berpengaruh terhadap aktivitas penerbangan di bandara Susilo Sintang, tapi tidak dapat kita paksakan karena ini berkaitan dengan keamanan," katanya.<br /><br />Sementara akibat penundaan penerbangan ini, pantauan media ini dilapangan  terjadi penumpukan penumpang di ruang tunggu. Penumpang terpaksa menunda keberangkatan akibat jadwal penerbangan maskapai mengalami delay selama delapan jam.<br /><br />" Langkah Delay berjam-jam ini terpaksa kita ambil, demi kepentingan bersama. Sebab, bandara Susilo Sintang tidak memiliki Instrument Landing System yang dapat menuntun pilot secara digital, kita hanya mengadalkan cara manual," jelasnya.<br /><br />Menurut, salah seorang penumpang maskapai Kalstar kode penerbangan KD-929 dari Sintang menuju Supadio pontianak, Nova mengeluhkan akan pelayanan dari maskapai yang enggan memberikan informasi yang jelas terkait kepastian keberangkatan.<br /><br />" Saya dari setengah enam datang ke sini, mau berangkat tujuan Pontianak, namun sampai siang hari belum juga ada kepastian keberangkatan. Ini sudah diinformasikan, karena pesawat terganggu akibat kabut asap," katanya.<br /><br />Pria warga bogor ini, rencana akan pulang menuju jakarta, dan harus melalui sistem transit di bandara Supadio Pontianak.<br /><br />" Seharusnya saya berangkat pagi pukul 07.00 Wib, dan berangkat dari Pontianak menuju Jakarta Pukul 10.40. Akibat delay yang tak jelas kepastiannya ini, membuat tertundanya jadwalnya untuk pulang kampung halaman," ungkapnya.<br /><br />Ia berharap, seharusnya pihak maskapai memberikan layanan, Informasi dan kepastian penerbangan kepada para penumpang yang telah lama menunggu ini.<br /><br />" Setelah terkatung-katung di bandara, kami tidak diberikan makan hanya kue saja. Menurut informasi, tertundanya penerbangan bukan hanya persoalan cuaca melainkan masalah teknis yakni pesawat dengan kode pernebangan KD-929 ini tidak memperolah izin penerbangan dari pusat, entah diakibatkan apa," katanya.(KN)</p>