AKLI Diminta Bantu Selesaikan Permasalahan Listrik Kalbar

oleh

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengharapkan Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Kalbar serta dan merapatkan barisan guna menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN. <p style="text-align: justify;"><br />"Kepada pengurus-pengurus AKLI yang ada di pusat diharapkan juga harus mampu untuk memberikan yang terbaik bagi daerah-daerah. Dan mampu bekerja sama dengan baik tanpa membeda-bedakan," kata Sekda Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie, saat menghadiri Musyawarah daerah X AKLI di Pontianak, Kamis.<br /><br />Menurutnya, pembangkit Listrik di Kalbar saat ini terdiri dari Pembangkit Listrik PLN, pembangkit Listrik Swasta dan captive/power/genset serta pembangkit listrik dari energi Baru terbarukan (PLTMH/PLTS).<br /><br />"Sampai Desember 2014, Pembangkit PT PLN (Persero) Wilayah Kalbar dengan kapasitas terpasang sebesar 502 megawatt, dengan beban puncak mencapai 454 megawatt meningkat 39,97 persen dibanding tahun 2013," tuturnya.<br /><br />Dikatakannya, rasio elektrifikasi Kalbar pada akhir tahun 2014 berdasarkan jumlah pelanggan rumah tangga sebesar 71,98 persen, dimana tahun 2013 sebesar 68,12 persen.<br /><br />"Kita masih harus bekerja lebih giat lagi untuk mengejar ketertinggalan kita dengan Provinsi lainnya dalam melistrikan wilayah Kalbar. Masih banyak masyarakat Kalbar yang belum menikmati listrik yang perlu mendapat prioritas," katanya.<br /><br />Selama tahun 2014 dari data PT PLN (Persero), jumlah energi listrik produksi sendiri (termasuk sewa) sebesar 2,2 juga megawatt hour (MWh) dengan peningkatan 5,7 persen dari tahun sebelumnya. Sementara, pembangunan 6 buah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara melalui proyek percepatan Diversifikasi Energi yang dituangkan melalui Peraturan Presiden No4/2010, baru 1 unit telah selesai dibangun dan telah beroperasi yakni PLTU Sanggau dengan kapasitas 2×7 megawatt.<br /><br />"Lima unit pembangkit lainnya sedang dalam penyelesaian, yakni PLTU 1 Kalbar 2×50 MW di Parit Baru, PLTU 2 Kalbar 2×27,5 MW (di Tajung Gundul), PLTU Sintang 3×7 MW dan PLTU Ketapang 2/10 MW. Apabila telah selesai pembangunannya, diperkirakan akan memasok energi listrik total sebesar 320 MW," jelasnya.<br /><br />Selain itu, lanjutnya, PT PLN juga sedang dalam proses membangun Sistem Transmisi Ngabang-Tayan yang terkoneksi dengan sistem Transmisi Bengkayang-Ngabang yang merupakan koneksi sistem Transmisi Jagoi Babang-Kuching yang dalam jangka pendek dengan pertimbangan efisiensi waktu dan biaya akan menggunakan sumber listrik yang dibeli dari Kuching.<br /><br />"Kita harapkan, pembelian listrik ini akan dapat mengatasi kebutuhan listrik dalam waktu lebih cepat sebelum mampu menyediakan listrik sendiri," harapnya.<br /><br />Dijelaskannya, guna memenuhi kekurangan energi listrik di Kalbar, Pemerintah dan pemerintah daerah telah ikut mengupayakan pemenuhan kebutuhan energi listrik secara bertahap, khususnya, desa-desa terisolir yang jauh dari jangkauan jaringan PLN antara lain, mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).<br /><br />"Selain itu, pemerintah melalui Kementerian ESDM juga memiliki program PLTS secara terpusat dan program kelistrikan untuk pulau terluar dan daerah perbatasan dengan membangun pembangkit Hybrid antara PLTS dengan PLTD," kata M Zeet. (das/ant)</p>