Akses Jalan Desa Senempak Membahayakan, Kades Minta UPJJ Perbaiki Tahun Ini

oleh

Tingginya curah hujan membuat akses jalan yang masih bertanah menjadi berlumpur. <p style="text-align: justify;">Hal ini akan sangat menyulitkan pengguna jalan, terlebih bila jalan berlumpur itu di posisi yang terjal dan tanjakan dengan kondisi kontur yang tak rata. Seperti akases jalan menuju desa Senempak, kecamatan Pinoh Selatan. <br /><br />Jalan yang belum pernah disirtu membuat jalan menuju ke senempak sangat licin. Kondisi itu sangat membahayakan, sebab banyaknya terjal dan tanjakan, kontur tanah yang tak rata serta banyaknya tebing yang sangat berpotensi longsor. <br /><br />“Oleh karena kondisi jalan yang tidak terlalu baik itu, kami berharap agar UPJJ bisa segera memperbaiki jalan desa kami tahun ini,” kata Kades Senempak, Sahidin ditemui, kemarin.<br /><br />Dikatakannya, jalan tanah tersebut saat ini memang hanya bisa dilalui bila kondisi cuaca mendukung. Bila hujan, nyaris tidak ada masyarakat yang dapat melaluinya karena jalanan licin dan berlubang.<br /><br />“Bahkan truk engkel bantuan dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal yang ada di desa tidak bisa keluar kalau sudah hujan. Jadi masyarakat mesti menunggu jalan terkena panas matahari baru dapat dilalui,” kata Sahidin.<br /><br />Selama ini, kata Sahidin, warganya lebih banyak bergotong royong untuk memperbaiki jalan ke Senempak agar bisa dilalui masyarakat. Karena bila menunggu perbaikan dari pemerintah, bisa-bisa jalan tersebut lebih dahulu hancur dan tak bisa dilalui.<br /><br />“Padahal itu adalah akses satu satunya keluar menuju ibukota kecamatan atau ibukota kabupaten. Masyarakat sering swadaya untuk memperbaiki jalan,” katanya.<br /><br />Tak hanya itu, Sahidin juga mengungkapkan, banyak gorong-gorong yang kini sudah rusak dan tak berfungsi. Sehingga membuat air menggenangi jalan dan bisa dipastikan saat musim hujan seperti ini membuat lubang yang cukup dalam.<br /><br />“Tahun ini jalan itu tidak mendapat anggaran dari APBD. Makanya kami harap paling tidak bisa diperbaiki melalui UPJJ Nanga Pinoh. Paling tidak digusur dan ditimbun pada daerah yang mengalami kerusakan parah,” katanya.<br /><br />Jalan Senempak ke Manggala sendiri panjangnya mencapai 6,4 km. Sahidin juga mempertanyakan peran PT Lahan Cakrawala yang seharusnya bisa ikut membantu masyarakat dengan memperbaiki jalan. Karena perusahaan perkebunan tersebut juga berinvestasi di wilayahnya. (Ira/Kn)</p>