Aksi Mogok Angkutan Akibatkan Banyak Penumpang Terlantar

oleh

Aksi mogok yang dilakukan puluhan sopir angkutan yang ada di Kota Banjarmasin membuat ratusan penumpang yang ada di terminal induk KM 6 terlantar untuk beraktivitas. <p style="text-align: justify;">Pantauan ANTARA, Rabu terlihat banyaknya penumpang yang ada di terminal induk KM 6 tidak bisa berpergian ataupun melakukan aktivitasnya dikarenakan para sopir angkutan mogok kerja.<br /><br />Mereka melakukan aksi mogok angkutan karena mereka menuntut agar Pemerintah Daerah dalam hal ini Dishub dan Polda Kalsel untuk menertibkan angkutan penumpang tanpa izin trayek.<br /><br />Mereka menuntut pihak berwajib bisa memberikan sanksi tegas terhadap angkutan yang melanggar dan tidak memilik izin trayek. Selain itu, para sopir angkutan juga menolak pemindahan terminal induk KM 6 kedaerah KM 17.<br /><br />Mogok kerja para sopir angkutan itu dimulai sekitar pukul 08.00 wita dan tidak ada sopir angkutan yang mau mengangkut penumpang yang ada di terminal maupun yang ada di pinggiran jalan.<br /><br />Sopir angkutan yang terlihat mogok untuk mengangkut dan mengantar penumpang di antaranya, angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP), dan angkutan antar kota antarprovinsi (AKAP).<br /><br />Dengan adanya angkutan yang mogok itu, suasana di terminal induk KM 6 terlihat lenggang dari biasa yang banyak dipenuhi aktivitas angkutan, hingga berita ini diturunkan angkutan jenis Bus antar kota antar provinsipun tidak terlihat mangkal di terminal.<br /><br />Namun walaupun aksi mogok terus berjalan, suasana penumpang tetap tenang dan kondusif tidak ada kejadian yang menonjol apapun dan penumpang tetap dengan setia menunggu hingga aksi mogok itu berakhir.<br /><br />Sementara itu salah seorang penumpang, Arniah di Banjarmasin, mengatakan, ia tidak mengetahui adanya aksi mogok para sopir angkutan sehingga bersama anaknya, Arniah ingin berpergian ke Kota Palangkaraya Kalteng.<br /><br />Walaupun dia mengetahui angkutan di Kota Banjarmasin sedang melakukan aksi mogok mengangkut penumpang, namun ia tetap dengan sabar menunggu hingga aksi mogok tersebut berakhir.<br /><br />"Saya mendengar omongan-omongan para sopir di terminal, katanya aksi mogok ini berakhir pada siang hari, makanya saya berani untuk menunggu di terminal dari pada harus pulang lagi," ucapnya kepada ANTARA.<br /><br />Penumpang lain, Sabran di Banjarmasin, dengan tujuan Hulu Sungai Tengah, juga menuturkan, dia mengetahui adanya aksi mogok angkutan itu tapi karena rasa tidak percaya dan ingin membukti sehingga memutuskan untuk berangkat ke Hulu Sungai pada Rabu (5/9).<br /><br />Setelah sampai diterminal induk KM 6 ternyat memang benar semua angkutan pada mogok kerja, sehingga mau tidak mau harus menunggu di terminal hingga aksi mogok tersebut berakhir.<br /><br />"Saya bingung juga tidak ada antisipasi dari pemerintah dengan meminta bantuan kepada angkutan dari aparat keamanan seperti dari TNI maupun Polri, untuk mengantar penumpang ke daerah-daerah terdekat seperti di daerah Jawa," kata dia. <strong>(phs/Ant)</strong></p>