Aksi Penggalangan Dana Kemanusiaan, Dua Hari Sukarelawan Kumpul Rp. 11 Juta Lebih

oleh
oleh

Puluhan orang remaja turun kejalan, ke kantor-kantor galang dana untuk membawa kotak bergambar Huazan Nabil (7th), bocah penderita kista Ginjal.Hauzan Nabil, bocah lugu kelas dua SD ini berdomisili di gang Nyai Suma, jalan Sekadau-Rawak, Remaja itu semua berstatus pelajar. <p style="text-align: justify;">Para Remaja anggota palang merah remaja (PMR), PMI dan Pramuka asal SMK Amaliyah Sekadau dan SMA Karya Sekadau. Aksi baksos penggalangan dana untuk biaya operasi Nabil. Menyukseskan aksi itu, IWAS pun bekerjasama dengan Polsek Sekadau Hilir, dan berupaya menarik simpatik masyarakat.<br /><br />Baksos hari pertama Rabu (11/2/2015) rute penggalangan dana di persimpangan gereja St. Petrus & Paulus Sekadau, kemudian mengitari komplek pasar, serta Mapolres Sekadau. Aksi sosial penggalangan dana berjalan lancar. Lebih kurang satu jam lamanya, para sukarelawan mampu mengumpulkan sumbangan sebesar Rp. 4,2 juta. Kemudian bantuan dari Sekolah dan bank Kalbar sebesar Rp. 1,8 jt.<br /><br />Hari kedua, Kamis (11/2/2015) baksos berpusat di kantor Bupati, dan mengumpulkan uang senilai Rp, 5,7 jt. Selama dua hari kegiatan, baksos penggalangan dana mengumpulkan Rp. 11 juta lebih. "Kita wajib membantu saudara-sudara kita yang membutuhkan, seperti Huazan Nabil," kata Iptu Muhadi Kapolsek Sekadau Hilir.<br /><br />Ketua IWAS yang disampaikan sekretaris, Abdusyukri menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang sudah membantu Huazan Nabil. "Terima kasih kepada seluruh donatur yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu. Semoga uluran tangan bapak, ibu, dan sudara saudari kita bisa memperingan beban biaya operasi kista Ginjal Huazan Nabil," tandas pria yang akrab disapa Bedu.<br /><br />Aksi sosial penggalangan dana tersebut merupakan kali kedua yang diinisiasi IWAS dengan menggandeng sejumlah pihak. Sebelumnya, kegiatan serupa juga pernah dilakukan yakni penggalangan dana untuk Sujinem, pasien penderita tumor parotis asal KM 7 jalan Sekadau-Sintang tahun 2014 lalu. (Mto/kn)</p>