Aktifitas Orang Asing di Probut, Masih Tanda Tanya

oleh

Desas-desus adanya aktifitas “Bule” (orang asing,red) di Perbukitan Desa Tembaga Kecamatan Nanga Mahap yang diakui Kabid Pertambangan dan Sumberdaya Alam Kabupaten Sekadu beberapa waktu lalu. Anggota Komisi C DPRD Hasan SE juga pernah meminta angar dinas terkait (Pertambangan,red) segera turun kelapangan untuk mengecek kegiatan orang asing di Desa Tembaga. <p style="text-align: justify;">Bahkan saat penyampaian Pendapat Akhir (PA) akhir tahun lalu, Wakil Rakyat yang duduk di kursi DPR dari hasil pilihan masyarakat di dapil II ini juga memberikan PR bagi Pihak Eksekutif melalui Dinas Pertambangan untuk turun ke Perobut mencari data mengenai aktifitas sesunguhnya para “bule” di sana.<br /><br />“Dinas PU melalui perambanganya harus turun kesana melihat dan mencari tau apa benar mereka disenyalir sedang meneliti uranium,”kata Hasan <br /><br />Di akui Hasan, ia  merasa kecewa dengan tindakan para “Bule” tersebut yang masuk dan melakukan giat tanpa adanya permisi dan perizinan yang sah  dari Pemerintah Daerah dan pihaknya di Legeslatif terlebih kedatangan orang asing tersebut di indikasikan melakukan penelitian bahan tambang berharga di wilyah Kabupaten Sekadau.<br /><br />Lebih jauh Legeslator partai Demokrat ini mengatakan sudah bertahun-tahun keberadaan orang asing tersebut di sana (Tembaga,red) namun sampai detik ini tidak ada laporan yang masuk ke Rumah Rakyat (DPRD,red) yang membuat dirinya bertambah kesal.<br /><br />“Bayangkan saja sudah bertahun-tahun mereka disana tanpa kita ketahui kegiatanya secara pasti dan tanpa ada laporan, dan  baru sekarang ada kabar beritanya,”ungkap Hasan dengan nada kesal.<br /><br />Sementara itu Wakil Bupati Sekadau Rupinus SH.M.Si saat di komfirmasi menganai hal ini beberapa waktu lalu mengatakan, dirinya sudah menemui pihak perusahaan dan pihak terkait yang menaungi kegitan orang asing di Desa Tembaga dan meminta data-data mengenai aktfitas dan perizinan para orang asing tersebut di Dusun Perobut.<br /><br />“Akan ada yang turun ke sana (Probut,red), saya sudah perintahkan pihak pertambangan untuk mengirim orangnya dan meminta data serta keterangan para orang asing tersebut, untuk kita perbandingkan dengan data yang saya peroleh dari kantor perwakilan mereka di Pontinak,”papar Wabub.<br /><br />Dan hasil dari investigasi serta dokumentasi pihak pertambangan di lapangan (Probut,red) akan menjadi bahan perbandingan dengan data yang ia (Wabub,red) peroleh dari kanto perwakilan para bule tersebut di Pontianak.<br /><br />‘Kita tunggu saja hasilnya, setelah ada hasil investigasi di lapangan dan perbandingan dengan data yang saya dafat akan kita umumkan di media massa agar masyarat dan pihak legeslatif sama-sama memperoleh kejelasan mengani aktifitas mereka di pedalaman sana,”lanjut Mantan Camat Mahap ini.<br /><br />Di ceritakan Wabub saat dirinya menjadi Camat di Mahap, ia bersama pihak Muspika sudah pernah menyambangi kem para “bule”tersebut. Namun, hal yang sama dengan pihak lainya yang pernah mencoba menelusuri aktifitas orang asing ini juga mereka dafatkan. <br /><br />Rombongan Muspika memang diterima oleh para orang asing tersebut hanya saja mereka tidak diperbolehkan memasuki rumah dan beberapa tempat yang tidak terbuka untuk umum di areal Kem orang asing tersebut. Mengani adanya Lapangan terbang Mini (Lapter) di perbukaitan dan Kem orang asing, Wabub menyatakan hal itu memang benar. <br /><br />Bahkan para bule tersrbut juga memiliki alat berat mini yang di bawa dengan cara diangkut lewat pesawat capung mereka secara terpisah baru setelah sampai di Perobut alat berat tersebut di rakit kembali.<br /><br />“Kita juag merasa curiga mengapa kita tidak diperbolehkan masuk ke rumah-rumah mereka serta tempat-tempat tertentu, terlebih ada alat berat yang kita tidak tau mereka gunakan untuk apa di areal perbukitan sana,”tutur Wabub.<strong>(phs)</strong></p>