Aktivitas Penerbangan Bandara Sampit Terancam Lumpuh

oleh

Aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terancam lumpuh akibat tertutup asap. <p style="text-align: justify;">Kepala Seksi Keamanan dan Keselamatan Penerbangan Bandara Haji Asan Sampit Harianto, Sabtu, mengatakan apabila kebakaran hutan dan lahan di Kotawaringin Timur tidak dapat dikendalikan, asap yang menutupi landasan pacu akan menebal.<br /><br />Asap akibat kebakaran hutan dan lahan secara langsung telah mengganggu pelayanan penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit.<br /><br />Ia mengatakan, dalam beberapa hari terakhir jadwal penerbangan untuk pagi hari sudah tidak ada lagi sebab pada jam-jam tersebut asap yang menutupi landasan pacu cukup tebal.<br /><br />"Jadwal penerbangan sekarang banyak yang mengalami perubahan karena harus disesuaikan dengan kondisi jarak pandang di landasan pacu," katanya.<br /><br />Jarak pandang di landasan pacu Bandara Haji Asan Sampit pada pagi hari hanya 200-250 meter, sehingga tidak memungkin untuk pendaratan pesawat.<br /><br />Menurut Harianto, jarak pandang untuk pendaratan pesawat minimal 800-1.000 meter, karena Bandara Haji Asan Sampit pengoperasiannya dilakukan secara manual, bahkan lampu pandu di landasan pacu jumlahnya terbatas.<br /><br />Kondisi landasan pacu yang tertutup asap akibat kebakaran hutan dan lahan sangat membahayakan keselamatan penerbangan.<br /><br />"Kami harap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kotawaringin Timur dapat segera dikendalikan sehingga asap bisa berkurang dan penerbangan dapat lancar kembali," katanya.<br /><br />Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Kotawaringin Timur Ian Septiawan mengatakan, jumlah titik panas atau "hotspot" di Kotawaringin Timur sepanjang September 2011 cenderung bertambah.<br /><br />"Berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur terdapat 167 titik panas yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan," katanya.<br /><br />Menurut dia, sebagian besar kebakaran hutan dan lahan terjadi di areal perkebunan kelapa sawit. <strong>(phs/Ant)</strong></p>