Aktivitas Perekonomian Di Kutai Barat Berangsur Normal

oleh

Aktivitas perekonomian di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, pascapenyerangan dan perusakan rumah-rumah warga serta pasar, berangsur-angsur normal. <p style="text-align: justify;">"Hari ini (26/11), aktivitas warga mulai berjalan normal. Sejumlah toko mulai buka begitu pula dengan para pedagang di pasar terlihat mulai berjualan," kata seorang warga Barong Tongkok, Kutai Barat, Hamdani, ketika dihubungi dari Samarinda, Senin.<br /><br />Aktivitas perkantoran dan sekolah, katanya, sejak Senin pagi juga sudah berjalan normal.<br /><br />"Pada Senin (26/11) pagi, pegawai dan anak-anak sekolah sudah mulai terlihat beraktivitas. Tetapi, pada Senin siang, anak sekolah sudah tidak terlihat di jalan-jalan sehingga kemungkinan aktivitas belajar mengajar belum sepenuhnya normal sebab mereka dipulangkan lebih awal," kata Hamdani.<br /><br />Walaupun aktivitas masyarakat sudah berjalan normal, katanya, namun suasana di Barong Tongkok masih terasa mencekam.<br /><br />Aparat keamanan bersenjata lengkap masih bersiaga di jalan-jalan dan beberapa lokasi.<br /><br />"Memang, aktivitas masyarakat sudah berjalan tetapi suasananya di Barong Tongkok masih terasa mencekam sebab banyak polisi baik Brimob, personil Dalmas dan TNI terlihat masih berjaga-jaga di sejumlah tempat," katanya.<br /><br />Namun, katanya, secara umum warga merasa lebih aman.<br /><br />"Tetapi, kami merasa lebih aman dengan kehadiran aparat keamanan itu sebab kerusuhan sewaktu-waktu bisa saja kembali terjadi sehingga kehadiran polisi masih sangat dibutuhkan," katanya.<br /><br />Perusakan dan pembakaran sejumlah rumah dan toko serta pasar di Barong Tongkok, kata Hamdani, terjadi sejak Sabtu (24/11) dan puncaknya pada Minggu (25/11).<br /><br />"Aksi pengrusakan rumah-rumah warga dari etnis tertentu serta pasar dan sejumlah toko itu mulai berlangsung sejak Jumat (23/11) dan puncaknya pada Minggu kemarin. Kami berharap, situasi seperti ini bisa terus terjaga sehingga aktivitas masyarakat di Kutai Barat bisa berjalan normal," kata Hamdani.<br /><br />Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltim Komisaris Anthonius Wisnu Sutirta ketika dihubungi membenarkan tentang mulai normalnya aktivitas masyarakat di Kabupaten Kutai Barat.<br /><br />"Toko-toko mulai buka dan pasar juga sudah beraktivitas begitu pula dengan kegiatan masyarakat lainnya mulai berjalan normal," katanya.<br /><br />Pembakaran Pasar Barong Tongkok yang berlangsung Minggu (25/11) dini hari sebanyak 400 kios hangus terbakar.<br /><br />"Kami masih menginventarisir rumah warga yang rusak dan terbakar tetapi yang pasti, sekitar 400 kios hangus terbakar pada Minggu dini hari," katanya.<br /><br />Perusakan rumah-rumah dan pasar tradisional di Kabupaten Kutai Barat dipicu cekcok antara seorang warga dengan petugas APMS (agen penyalur minyak dan solar) di Kecamatan Barong Tongkok pada Jumat (23/11).<br /><br />Saat itu, seorang warga hendak membeli bensin dan oleh petugas APMS dijawab bahwa bensin telah habis, namun warga tetap ngotot sebab melihat ada warga lainnya yang dilayani sehingga terjadi cekcok mulut yang berujung pengeroyokan yang dialami warga tersebut.<br /><br />Tidak terima dikeroyok, warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada keluarganya. Sekitar 500 orang yang menggunakan atribut etnis tertentu kemudian mendatangi APMS untuk mencari pelaku pemukulan.<br /><br />Namun, karena tidak menemukan para pelaku, massa kemudian merusak APMS hingga berlanjut pada perusakan rumah-rumah warga milik salah satu etnis pendatang.<br /><br />Pada Minggu (25/11) dini hari, pasar yang berada di depan Mapolres Kutai Barat dibakar sekelompok massa.<br /><br />"Pada Minggu (25/11) dini hari, pasar tradisional yang berada di depan Kantor Polres Kutai Barat dibakar massa dan sebelumnya juga beberapa rumah dari etnis tertentu sempat dirusak dan dibakar. Saat ini, situasi masih mencekam dan beberapa warga terpaksa mengungsi di kantor polisi dan Kodim setempat," kata seorang warga Barong Tongkok, Kutai Barat, Anton. <strong>(das/ant)</strong></p>