Aktivitas PT. BIA Di Lahan Sibau Hilir Akan Dibuktikan Bersama-sama

oleh

Meskipun warga Desa Sibau Hilir sudah memastikan bahwa aktivitas PT. BIA sudah merambah ke Hak Ulayat Sibau Hilir, namun untuk pembuktianya akan dilakukan peninjauan kelokasi secara bersama-sama baik itu dengan unsur Muspika, pihak Perusahaan dan bersama dengan warga Desa Sibau Hilir yang akan dilaksanakan pada Tanggal 2 Oktober 2012. <p style="text-align: justify;"><br />“Menurut hasil investigasi warga Sibau Hilir, memang benar katanya PT. BIA sudah melakukan aktivitasnya di lahan milik warga, dan menurut warga itu sudah dipastikan, namun untuk lebih jelasnya Kami akan membuktikannya secara bersama-sama turun lagsung kelokasi,” kata Yosep Lampun Kepala Desa Sibau Hilir, dikantornya, Sabtu (29/09/20120.<br /><br />Dijelaskan, Lampun menurut keterangan warganya, bahwa aktivitas PT. BIA di lahan warga tersebut saat ini baru pembauata parit, tapi investigasi masyarakat disana lokasi tersebut akan dijadikan lokasi sawit untuk kedepannya. seperti ada peta yang dimiliki PT. BIA yang sudah menetapkan kaplingan-kaplingan untuk perkebunan sawit.<br /><br />Oleh karena itu, dikatakan Lampun selaku Kepala Desa pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu, terutama untuk perizinan dari pihak Dinas Perkebunan, agar jelas diketahui daerah-daerah mana yang diberikan izinnya. <br /><br />“Jika dalam  izin yang dikeluarkan Pemerintah Daerah terhadap PT. BIA  ternyata Desa Sibau Hilir masuk dalam lokasi PT. BIA, maka nanti akan ada tindaklanjutnya,” tutur Lampun.<br /><br />Sebab selama ini, menurut Lampun  pihak perusahaan tidak perah melakukan sosialisasi, bahkan tidak ada pemebritahuan. <br /><br />“Sepengetahun Saya, mereka tidak pernah melakukan sosialisasi, baik itu saat Saya menjabat Kepala Desa saat ini maupun sebelum-sebelumnya,jangankan sosialisasi kontribusi perusahaan saja untuk Desa Sibau Hilir selama ini tidak ada,” jelasnya.<br /><br />Ditambahkannya, bahwa untuk saat ini masyarakatnya mengatakan belum mau menrima perkebunan sawit, akan tetapi berdasarkan pertemuan yang dilaksanakan apabila lahan warga Sibau Hilir sudah telanjur digarap oleh PT. BIA akan dibicarakan lebih lanjut. Namun yang jelas, Lampun mewakili masyarakatnya, bahwa untuk saat ini mereka masih menolak perkebunan sawit.<br /><br />“Untuk saat ini Kami belum bisa menerima perkebunan sawit, akan tetapi kalau dilokasi itu sudah telanjur akan dibuat kebun sawit, dan kalau  memang tujuan perusahaan ingin mensejahterakan masyarakat dan ada titik temunya tidak menutup kemungkinan kebun sawit bisa masuk, jadi penolakan dari masyarakat itu bukan harga mati, akan tetapi harus ada kejelasan dan komitmen dari perusahaan itu sendiri, dan tergantung keinginan masyarakat,” tandasnya.<strong>(phs)</strong></p>