alan Sayan Menuju Kota Baru Belum Juga Diperbaiki

oleh

Perbaikan Jalan Provinsi ruas Kecamaatan Sayan ke Tanah Pinoh, secara gotong royong antara Pemerintah Melawi bersama pihak perusahaan-perusahaan hingga saat ini belum dilaksanakan. Akibatnya, kondisi jalan sepanjang 25 kilometer itu kini sudah lumpuh total. Hingga angkutan umum ke tiga kecamatan yang menggunakan jalan tersebut tak lagi beroperasi. <p style="text-align: justify;">Masyarakatpun menjerit, sebab dampak dariu kerusakan tersebut, membuat sejumlah harga sembako serta kebutuhan lainnya meroket, karena stoknya yang semakin menipis. Begitu pula dengan hasil pertanian dan perkebunan masyarakat, tak bisa dijual keluar, sehingga terpaksa harus menjualnya di kecaamatan dengan harga lebih murah dibandingkan harga yang diterima di Nanga Pinoh. <br /><br />Tak hanya itu, penerangan listrik serta jaringan seluler juga terkena pengaruh kerusakan jalan itu, karena kesulitan menyuplai Bahan Bakar Minyak (BBM) ke tiga daerah tersebut. Keluh kesah warga tak henti-hentinya terdengar. Baik melalui media cetak, media elektronik, maupun media sosial. Dengaan harapan Pemerintah membuka mata dan segera memperbaiki jalan yang menjadi urat nadi perekonomial masyarakaat itu.<br /><br />Camarul Khair salah satunya. Ia sebetulnya tak ingin mengeluh apabila jalan tersebut masih bisa dilalui. Namun mau tidak mau Ia tak tahan, hingga menyampaikan keluhannya melalui media cetak. Ia mengatakan, efek dari kerusakan jalan tersebut sangatlah merugikan masyarakat.<br />“Katanya pemerintah Melawi akan bergotong royong dengan perusahaan untuk memperbaikinya. Namun belum juga dilakukan dengan alas an masih menunggu material. Sampai saat ini kondisi jalan sudah sangat parah sekali, sudah bisa dikatakan lumpuh total,” kata Camarul menghubungi melalui Via Whatsaap, Selasa (24/1).<br /><br />Camarul juga mengatakan, kondisi ekonomi masyarakat di tiga kecamaatan juga semakin merosot. Terlebih harga sejumlah sembako naik. LPG 3 kilogram salah satunya, harganya naik menjadi Rp. 30 ribu per tabung, sebelumnya hanya Rp. 23 ribu pertabung.<br /> <br />“Bahkan kami mendengar informasi, bahwa stok barang dagangan di pasar Tanah Pinoh ini mulai menilis. Beras mulai kosong. Prediksi saya, jika dua minggu lagi jalan lumpuh total begini, maka tidak hanya transportasi yang lumpuh total, ekonomi masyarakatpun lumpuh total,” ucapnya.<br /><br />Camarukl mengatakan, kondisi jalan provinsi antara Sayan ke tanah Pinoh itu saat ini sudah sangat parah. Lubang berlumpur dalamnya sudah sekitar 1,5 sampai 2 meter. Truk dan mobil angkutan lainnya sudah pasti menginap dijalan jika turun ke tanah Pinoh, bahkan sampai tiga hari lamanya baru nyampai.<br /><br />“Kalau yang namanya truk dan mobil angkutan terguling dan terbalik, itu jangan ditanya lagi. hampir setiap hari kejadian itu ada. Nah, apakah pemerintah akan diam saja dengan penderitaan kami dihulu ini,” kesalnya. (KN)</p>